TELIKSANDI
NEWS TICKER

Gelar Rapat Terbuka, Satgas Gotong Royong Sumbersari Keluhkan Kurangnya Perhatian Dari Pemerintah

Senin, 22 Juni 2020 | 3:45 am
Reporter:
Posted by: redaksi redaksi
Dibaca: 31

Melaya, Bali | Teliksandi,id – Dengan merebaknya wabah corona virus disease 19 (Covid-19) hal tersebut menjadi perhatian semua lapisan masyarakat. Mereka melakukan gotong royong untuk memutus rantai penyebarannya yang terjadi di tengah masyarakat.

Hal itu dilakukan oleh Satgas Gotong Royong Dusun Sumbersari Desa Melaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana. Mereka ikut menyukseskan program pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 dengan menyemprot cairan Disinfektan ke rumah-rumah warga dan melakukan penjagaan secara bergilir di masing-masing pos jaga Covid-19 yang ditempatkan di setiap jalan masuk perkampungan warga untuk memberikan Hand sanitizer kepada warga yang keluar masuk perkampungan.

“Bertempat di Balai Banjar Dusun Sumbersari Ketua Satgas Gotong Royong adakan gelar rapat persiapan dalam rangka menghadapi New Normal di pasca Pandemi dan kelanjutan penanganan pencegahan penyebaran Covid – 19 dalam rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Satgas Gotong Royong Gusti Ngurah Sudiana, Kelian Dinas Sumbersari Kadek Samiarta Adyana, Bendesa adat Sumbersari Wayan Adres, Kepala Dusun Sumbersari, Danru Linmas Edy Widodo, Ketua Takmir Masjid Sofyan, Ketua Pecalang Gusti Ngurah Gede Aryapinatih, Tiga Orang Kelian Adat yaitu I Kadek Sumerta, I Wayan Sumanta dan I Nengah Siarta, adapaun Jumlah yang hadir dalam rapat tersebut sebanyak 16 orang. Minggu (21/6/2020) pukul.14.05 wita sampai pukul.15.23 Wita.

Gelar rapat yang dilaksanakan di Balai Banjar Sumbersari di buka oleh Bapak Imron dan selanjutnya yaitu acara sambutan disampaikan lansung oleh ketua Satgas Gotong Royong percepatan pencegahan Covid -19 Dusun Sumbersari dalam sambutannya Gusti Ngurah Sudiana selaku ketua Satgas Gotong Royong penanganan pencegahan Covid – 19 mengatakan, dengan semangat kebersamaan antara Bendesa Adat Sumbersari dan masyarakat yang menjadi Relawan Gotong Royong penanganan pemutusan rantai Covid – 19, termasuk Pecalang dan Linmas. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasamanya tanpa adanya kerja sama dalam melakukan penanganan pencegahan penyebaran Covid – 19 tentunya tidak akan terlaksana kerja sosial ini dengan baik sesuai yang kita harapkan bersama, namun dalam hal ini saya mohon maaf dalam menghadapi New Normal di pasca Pandemi Covid – 19 karena tidak adanya bantuan angaran dari pemerintah untuk Satgas Gotong Royong tentu kita tidak bisa berbuat apa-apa oleh sebab itu, saya mohon kepada Bapak-bapak yang hadir dalam rapat ini untuk kelanjutannya Satgas Gotong Royong dalam acara rapat ini mari kita bahas bersama masalah ini. ucap Gusti Ngurah Sudiana

Menanggapi penyampaian dari Ketua Satgas Gotong Royong penangan percepatan Covid – 19 khususnya yang ada di Dusun Sumbersari. Bapak Bendesa Adat Wayan Adres dalam penyampaiannya mengatakan, Apa yang disampaikan oleh Ketua Satgas Gotong Royong Gusti Ngurah Sudiana itu benar adanya, memang dari sejak diadakannya Satgas Gotong Royong yang ada di Dusun Sumbersari dari awal sampai sekarang selama tiga bulan, khususnya untuk relawan Satgas Gotong Royong penanganan pencegahan Penularan Covid – 19 yang ada di sebelah Balai Banjar Dusun Sumbersari belum tersentuh oleh bantuan, jadi kami berharap kepada pemerintah untuk mencarikan solusinya, karena selama ini Satgas Gotong Royong mengali dana untuk keperluan penanganan pencegahan Covid – 19 dananya di dapat melalui swadaya yang mana  dana tersebut untuk  melakukan penyemprotan Disinfektan ke rumah-rumah warga, toko, tempat – tempat ibadah, rumah makan dan warung yang ada di Dusun Sumbersari serta keperluan lainnya yang ada kaitannya dengan kegiatan.

Terkait dengan kelanjutan kegiatan penanganan percepatan Covid – 19, Bapak Bendesa Adat menyampaikan, untuk anggaran biaya pengadaan Desinfektan dan Hand sanitizer serta biaya operasional yang di butuhkan oleh Satgas Gotong Royong untuk penanganan percepatan pemutusan Covid – 19 yang ada di Dusun Sumbersari, akan saya support dengan Dana Pemajuan Masyarakat Adat (PMA). ujarnya, dalam hal ini saya berharap agar Pengurus Satgas Gotong Royong Dusun Sumbersari segera membuat pengajuan sehingga dana tersebut bisa cepat kami realisasikan dan saya harap Jika dana tersebut sudah dimanfaatkan Jagan lupa SPJ dan laporan penggunaan anggaran secara tertulis agar nantinya saya bisa melaporkan ke pengurus adat dan masyarakat adat.

“Begitupun yang disampaikan oleh Kepala Dusun Sumbersari, menurutnya demi kelancaran kerja sosial Satgas Gotong Royong yang ada di Dusun Sumbersari dengan baik, akan saya upayakan melalui pemerintah Desa agar segera mendapat bantuan anggaran yang dibutuhkan, sehingga pelaksanaan kegiatan sosial yang di lakukan oleh Satgas Gotong Royong bisa lancar dan warga aman dari virus corona. selain itu penerapan New Normal bisa berjalan sebagaimana mestinya dan saya harapkan semua warga tetap memperhatikan anjuran dari protokol kesehatan. ujarnya

“Lain halnya dengan yang disampaikan oleh Danru Linmas Edy Widodo Desa Melaya yang saat itu turut hadir dalam rapat, mengingat selama ini dirinya melakukan bakti sosial di penanganan pencegahan dan pemutusan Covid – 19 bersama Satgas Gotong Royong kami mohon di perhatikan apa lagi kami selalu berusaha meluangkan waktu untuk menjalankan program pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid – 19 Jika kami kurang diperhatikan tentunya dalam melakukan penanganan pencegahan penyebaran Covid – 19 sulit rasanya untuk dapat berjalan secara optimal selain itu mengingat di Desa Melaya ada beberapa titik tempat perahu kecil berlabuh supaya tidak ada orang dari luar Bali masuk melalui jalan tikus saya bersama anggota Linmas lainya dan Pecalang serta dibantu oleh Satgas Gotong Royong selalu mengadakan patroli siang dan malam di sepanjang pesisir pantai Desa Melaya. ucapnya

Dari hasil rapat yang di gelar di Balai Banjar Dusun Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana mendapat kesepakatan yaitu. Satgas Gotong Royong harus tetap ada dan pos jaga Covid – 19 juga tetap harus ada mengingat grafik angka peningkatan penyebaran Covid – 19 khususnya di Bali semakin meningkat, namun sistem pelaksanaan praktek lapangan dirubah yaitu penyemprotan Desinfektan akan di lanjutkan di tempat umum yaitu di Pom Bensin, Toko dan Rumah Makan setiap 3 hari sekali, untuk dirumah warga dilakukan secara mandiri dan Disinfektan pengadaanya di siapkan oleh Satgas Gotong Royong.(Slmt)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID