TELIKSANDI
NEWS TICKER

Gong Perdamaian Dunia di China Akan Ditarik, Jika RRC Tidak Hentikan Kekerasan Etnik Uighur

Jumat, 20 Desember 2019 | 10:39 am
Reporter:
Posted by: Redaksi Teliksandi
Dibaca: 577
“Jika Pemerintah Republik Rakyat China Tidak menghentikan kekerasan terhadap Etnik Uighur, Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani mau tarik sumbangan Gong Perdamaian Dunia di Kota Penglai, Provinsi Shandong, China”

Internasional | Teliksandi.id – Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani, Tokoh paling berpengaruh dan dihormati di Planet Bumi yang menjabat President the World Peace Committee 202 Countries HE Mr Djuyoto Suntani bersuara keras dan mendesak Pemerintah Republik Rakyat China agar menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap Etnik Uighur dan semua pihak.

Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani di Kawasan Gong Perdamaian Dunia Kota Penglai China

“Sebagai manusia dan bangsa yang beradab, saya minta Pemerintah Republik Rakyat China menghentikan segala bentuk kekerasan kepada semua pihak, khususnya Etnik Uighur yang minoritas dengan alasan apapun, ‘ tegas Tokoh Dunia kelahiran Jepara Jawa Tengah Indonesia Ini. “Apalagi pada tahun 2004 saya sudah menyumbang Gong Perdamaian Dunia di Kota Penglai China sebagai penghargaan Pemerintah Republik Rakyat China yang waktu itu dukung Perdamaian Dunia.”

Dalam waktu dekat Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani buat Surat resmi pada Presiden Republik Rakyat  China HE Mr Xin Jiping.

 

“Secepatnya Saya ke Beijing Ketemu Presiden Republik Rakyat China untuk menghentikan segala bentuk kekerasan pada Etnik Uighur,’ tegas Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani dihadapan para wartawan.

Seruan tersebut sangat serius dan bersifat ancaman, Jika Pemerintah Republik Rakyat China (RRC) Tidak menghentikan kekerasan terhadap Etnik Uighur, maka Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani mau tarik sumbangan Gong Perdamaian Dunia di Kota Penglai, Provinsi Shandong, China.

Hal tersebut merupakan bentuk komitmen dan misi perdamaian yang di emban oleh Mr Djuyoto Suntani sebagai Presiden dan pimpinan tertinggi President the World Peace Committee 202 Countries juga termasuk misi kepedulian dan kemanusiaan yang dialami oleh Etnik Uighur di negara tersebut. (Red/tim) 

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID