TELIKSANDI
NEWS TICKER

Jalan-Jalan Aspal Pasaman Barat Di Prediksi Bakal Habis Dan Hancur

Rabu, 12 Februari 2020 | 6:33 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi Teliksandi
Dibaca: 144

Pasbar Prov. Sumbar, telisandi.id- Dilewati oleh truk dan tronton bermuatan buah sawit setiap harinya, jalan – jalan aspal di Kabupaten Pasaman Barat dikhawatirkan bakal hancur dan habis semuanya.

Seperti diketahui bahwa, jalan kelas kabupaten tidak boleh dilewati oleh truk dan tronton, apalagi dengan beban muatan puluhan ton, yang bukan kelas jalan untuk mobil jenis tersebut.
Terlihat jalan aspal di daerah ini, umumnya banyak yang telah rusak, bahkan ada yang hanya tinggal tanah dan kerikil saja. Seperti yang terlihat di jalan aspal Batang Lingkin menuju Rimbo Janduang Kecamatan Pasaman.
Jalan aspal di wilayah tersebut, hanya tinggal tanah dan kerikil, yang dipenuhi lobang – lobang besar, sehingga tergenang air dan sangat becek di saat musim hujan tiba.
Telah habisnya jalan aspal dari Rimbo Janduang ke Batang Lingkin, membuat truk dan tronton yang berasal dari Veron Sawit di wilayah tersebut, beralih ke jalan aspal Rimbo Janduang menuju Jalan Jalur 32.
Hal ini membuat masyarakat di Rimbo Janduang khawatir dan merasa kecewa, karena seakan tidak terlihat, adanya pengawasan dari instansi terkait.
Salah seorang masyarakat Rimbo Janduang, yang enggan disebutkan identitasnya, sebut saja Ryan (42). Ryan mengatakan bahwa, jika terus dibiarkan, jalan aspal di wilayah tempat tinggalnya bakal tinggal sejarah.
“Jalan aspal di wilayah kami seharusnya tak dilewati oleh truk dan tronton. Truk dan tronton bermuatan sawit, kapasitasnya tidak sesuai dengan kelas jalan aspal Rimbo Janduang, sehingga jalan ini menjadi rusak dan hancur”, ungkap Ryan.
“Kami masyarakat Rimbo Janduang, tidak ingin jalan aspal disini seperti jalan aspal Batang Lingkin – Rimbo Jandung, yang kini tinggal tanah. Jika terus dibiarkan oleh Pemkab Pasbar, maka jalan aspal Rimbo Janduang kedepannya bakal tinggal sejarah”, lanjutnya.
Persoalan ini menimbulkan, adanya dugaan pembiaran oleh dinas terkait dan aparatur hukum di daerah ini, sehingga aturan mengenai kelas jalan tidak berjalan. Oleh karena itu, truk dan tronton bermuatan buah kelapa sawit, bebas saja melewati jalan aspal kelas Kabupaten di Pasaman Barat. Kelas jalan aspal kabupaten di Pasaman Barat, terlihat dilalui truk dan tronton yang bermuatan buah sawit setiap harinya, di berbagai wilayah dan kecamatan di daerah ini.
Sehingga membuat jalan – jalan aspal di Kabupaten Pasaman Barat, diprediksi bakal hancur dan habis, seiring dengan berjalannya waktu.
Terkait persoalan ini, kami pun menemui Sekretaris Dinas Perhubungan Pasbar Landong, SE, di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.
Pada saat tersebut, dirinya juga merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Perhubungan. Landong menyatakan bahwa, butuh kepedulian kepala Jorong dan pemuda setempat dari segi pengawasan.
“Tidak mungkin kami menjaga selama 24 jam semua jalan kabupaten yang ada di Pasaman Barat. Butuh kepedulian pemerintah setempat, masyarakat atau pemuda, untuk mengawasi jalan di wilayah mereka sendiri”, ujar Landong dengan nada berapi – api.
Sementara itu di lokasi jalan aspal Rimbo Janduang, juga tidak terlihat adanya rambu – rambu jalan, yang bisa saja jadi alasan bagi sopir truk, untuk tetap melintasi jalan tersebut.
Ketika ditanyakan mengenai rambu – rambu jalan, yang seharusnya ada, Landong malah menyatakan bahwa, Dinas Perhubungan Pasaman Barat tidak memiliki dana untuk membuat semua rambu – rambu jalan.
“Tidak bisa dibuat rambu – rambu, karena anggaran terbatas dan kami tidak memiliki dana untuk membuat rambu – rambu di setiap jalan kabupaten di Pasaman Barat”, lanjutnya.
Menanggapi statement Plt Kadis Perhubungan Landong, SE, Ketua LSM Topan Pasbar Arwin Lubis, yang ditemui di Jalan Pertanian Kejorongan Padang Tujuh baru – baru ini mengatakan bahwa, melakukan koordinasi seharusnya adalah tugas Dinas Perhubungan dengan berbagai pihak.
“Pemerintahlah yang seharusnya berperan sebagai penggerak masyarakat dan tidak patut menyalahkan masyarakat ataupun pihak lainnya. Sedangkan dari Dinas Perhubungan sendiri tidak melakukan koordinasi dengan masyarakat dan pemerintah wilayah setempat”, ujar Arwin menanggapi.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Pasbar Rizal, SH, telah dilantik belum lama ini. Ketika ditemui di kantornya pada Selasa (3/2), Rizal mengatakan akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan memeriksa izin pendirian veron sawit di Rimbo Janduang.
“Kami bakal menyelidiki persoalan ini terlebih dahulu, melihat izin veron dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Semoga solusi terbaik bisa kita temukan demi kepentingan umum dan masyarakat”, ujar Rizal.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Rimbo Janduang, yang ditemui pada Sabtu (8/2) di kediamannya. Dirinya juga meminta untuk tidak disebutkan identitasnya, sebut saja Ali (52), mengatakan setuju dengan adanya koordinasi tersebut.
“Jalan aspal Batang Lingkin – Rimbo Janduang sampai jalur 32 kabarnya, bakal dibangun kembali tahun ini. Perlu adanya koordinasi untuk mencari solusi dan menegakkan aturan yang ada”, ujar Ali.
“Jalan – jalan aspal Kabupaten Pasaman Barat adalah untuk kepentingan umum dan masyarakat, dan jangan sampai dikorbankan hanya demi keuntungan bisnis pihak – pihak tertentu”, tambahnya. (Zein)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID