TELIKSANDI
NEWS TICKER

PGRI Maluku Utara Kurang Maksimal, Kurang Anggaran atau Tidak Aktif. Ada Apa ?

Rabu, 11 Desember 2019 | 11:51 am
Reporter:
Posted by: admin
Dibaca: 485

 TERNATE, TELIKSANDI.ID – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Maluku Utara Ramli Kamaluddin, S.Pd, M,Si. saat di datangi media, menyampaikan kepada seluruh guru PNS maupun nonpen PNS harus kita bersama-sama menjalankan roda organisasi PGRI di Maluku Utara ini dengan tujuan kita bersama, ungkap Ramli Kamis 11-12-2019.

Karna PGRI di Maluku Utara ini selama ini katakanlah kurang aktif sehingga guru-guru kita yang bermasalah, kita tidak mampu  menyelasaikan dengan baik. Dengan ada ketua yang di berikan kepercayaan ke saya menjadi ketua PGRI Maluku Utara maka kita akan membagun konsolidasi kepada teman-teman guru di propinsi maupun di kabupaten kota sehingga kita sama-sama menjalankan roda organisasi PGRI ini degan baik.

Organisasi PGRI ini adalah organisasi dari pusat dan berjalan sudah cukup lama tapi organisasi ini kurang aktif, kendalanya di anggaran. Sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, sumber dananya dari guru-guru itu sendiri dengan tiap bulan di wajibkan per orang Rp 5000 tapi itu tidak di penuhi oleh guru-guru itu sendiri.

Tapi itu kita tidak bisa salahkan guru-guru mungkin kita kurang atau tidak pernah memberikan konsolidasi ke sekolah-sekolah sehingga mereka juga tidak megetahui.

Pengurus yang baru dilantik, tinggal menunggu SK dan apa bila kami sudah memiliki SK, program kami yang kami fokus yaitu tingkat konsolidasi sekaligus mengaktifkan ketua maupun pengurus semua di kabupaten kota di Maluku Utara, pengurus kepemimpinan yang lama itu hanya dua atau tiga kabupaten kota yang aktif yaitu Tidore, Ternate Dan Haltim, ungkap Ramli

Itu bukan karena tidak aktif tapi keterbatasan anggaran, terhadap organisasi karena kita mau jangkau satu daerah ke daerah yang lain harus memiliki anggaran, bahkan ada kegiatan yang kami lakukan itu menggunakan uang kami, tapi banyak guru-guru yang tidak mengetahui karena keterbatasan anggaran jadi guru yang tinggal di pelosok itu tidak di undang mengikuti kegiatan PGRI, ungkapnya.

Tambahan dari Ramli semoga pengurus yang baru bisa  memberikan konsolidasi semua guru di kabupaten kota terkait dengan anggaran organisasi per iuran RP 5000 bisa di terima oleh semua kalangan guru di kabupaten kota yang berada di Maluku Utara sehingga membantu mengaktifkan roda organisasi PGRI kedepan yang lebih baik, dan sekaligus mengawal permasalahan-permasalahan guru, apabila ada permasalahan guru maka dengan adanya PGRI ini bisa kita sama-sama bertanggung jawab untuk membantu dan menyelesaikan sesuai dengan harapan kita bersama.

Jangan sampai seperti kejadian yang ada di sana, kami dengar masalahnya sudah di ajukan sehingga keterlambatan kita untuk membuat pelaporan ke pusat supaya bisa membantu mereka karna peranan PGRI itu besar dan bisa membantu kita dari guru-guru ketika mendapat masaalah di lapangan, ungkap Ramli (Ade)

 

Editor : Catur

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID