TEGAL, teliksandi.id – Banjir bandang melanda kawasan wisata pemandian air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/12/2025). Hujan deras di lereng Gunung Slamet picu luapan Sungai, sejumlah fasilitas wisata rusak.
Pantauan teliksandi pada Rabu (24/12/2025) menunjukkan endapan material banjir meluas hingga sekitar kurang lebih 30 meter dari badan sungai. Salah satu lokasi yang terdampak cukup berat yakni Vila Permadi Guci, milik salah satu pengusaha setempat. Sejumlah bagian bangunan vila mengalami kerusakan, terutama pada teras, pondasi, dan akses jalan akibat derasnya arus banjir bandang.
Selain vila, kawasan wisata lain juga terdampak, termasuk kolam pemandian Pancuran 13, yang mengalami kerusakan signifikan. Arus banjir menghanyutkan sebagian pipa distribusi air panas, sehingga mengganggu operasional pemandian tersebut.
Meski peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan sejumlah fasilitas wisata yang cukup parah, hingga saat ini pihak terkait melaporkan tidak adanya korban jiwa maupun luka-luka. Namun, pengelola terpaksa menghentikan sementara aktivitas wisata di sejumlah titik terdampak demi menjaga keselamatan pengunjung dan warga.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal bersama Pemerintah Daerah, unsur TNI, Polri, relawan, dan warga secara intensif melakukan pendampingan serta pembersihan material sisa banjir. Pihak terkait melakukan pembersihan bertahap dengan mengerahkan alat berat untuk mempercepat pemulihan kawasan terdampak.
Komandan Kodim 0712/Tegal, Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, S.H., M.Han., menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi berlebihan di media sosial yang tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan terkait dampak banjir bandang di kawasan Taman Wisata Alam Guci.
Ia juga menegaskan komitmen aparat dalam menindak tegas aktivitas perambahan hutan yang melanggar ketentuan.
“Apabila ditemukan adanya kegiatan yang melanggar aturan di sekitar kawasan Gunung Slamet, kami akan langsung mengambil tindakan tegas,” tegas Letkol Inf Rachmat.

Bupati Tegal, Ischak MR, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah meninjau langsung lokasi terdampak banjir guna memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan efektif.
“Beberapa lokasi yang terdampak langsung banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Gung, seperti Pancuran 13, Pancuran 5, dan kolam renang Barokah, memang belum dapat diakses untuk sementara waktu,” ujar Bupati Tegal Ischak.
Peristiwa banjir bandang ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan serta pengelolaan risiko bencana di kawasan wisata alam, guna melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata daerah.
Redaksi: Widodo






