TELIKSANDI
NEWS TICKER

Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Cinta di MAN 2 Bantul, Siswa Kelas X Didorong Kritis dan Solutif melalui Problem Based Learning

Jumat, 26 Juni 2026 | 8:31 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 6

Bantul – MAN 2 Bantul terus berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus selaras dengan penguatan karakter peserta didik. Salah satu implementasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Pancasila bagi siswa-siswi kelas X dengan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, sistem blok, dan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Pelaksanaan pembelajaran dengan sistem blok memberikan ruang bagi peserta didik untuk mempelajari materi secara lebih mendalam dalam rentang waktu yang terstruktur. Melalui pendekatan tersebut, proses belajar tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga diarahkan pada kemampuan memahami, menganalisis, dan menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Model Problem Based Learning yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses belajar. Berbagai isu dan fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dijadikan bahan kajian untuk didiskusikan, dianalisis, dan dicari alternatif penyelesaiannya berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Melalui kegiatan tersebut, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu ciri penguatan pendidikan karakter yang dikembangkan di MAN 2 Bantul. Konsep ini menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang dilandasi nilai kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, kepedulian sosial, toleransi, serta tanggung jawab dalam kehidupan bersama. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam setiap tahapan pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya memahami Pancasila sebagai teori, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam perilaku sehari-hari.

Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang dipadukan dengan model Problem Based Learning diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, humanis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah secara bijaksana.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sistem blok memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih fokus mendalami materi, sementara pendekatan berbasis masalah mendorong lahirnya kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS). Sinergi kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik sekaligus membangun karakter pelajar yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

Melalui inovasi pembelajaran ini, MAN 2 Bantul terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, bermakna, dan berpusat pada pengembangan potensi peserta didik secara utuh. Pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga wahana untuk menanamkan nilai kebangsaan, memperkuat budaya gotong royong, serta menumbuhkan semangat cinta terhadap sesama, bangsa, dan tanah air. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID