TELIKSANDI
NEWS TICKER

Menjembatani Jurang Industri: Evaluasi PKL Siswa MAN 2 Bantul di Voliko Digital Printing

Selasa, 14 Juli 2026 | 6:58 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 5

BANTUL – Praktik Kerja Lapangan (PKL) bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan sebuah jembatan krusial antara teori di bangku madrasah dengan realita dunia kerja yang dinamis. Pada Jumat, 10 Juli 2026, saya selaku pembimbing PKL dari MAN 2 Bantul secara resmi melakukan penarikan siswa yang telah menyelesaikan masa magang mereka di Voliko Digital Printing.

Proses penarikan ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum evaluasi bagi kedua belah pihak untuk memastikan bahwa pendidikan vokasi yang kami terapkan tetap relevan dengan tuntutan industri.

Dalam perbincangan kami saat proses penarikan, pemilik Voliko Digital Printing, Muhammad Faisal, menekankan sebuah filosofi yang sangat inspiratif. Ia menyatakan bahwa perusahaannya membuka pintu selebar-lebarnya bagi siswa untuk belajar. Namun, kesempatan tersebut datang dengan tanggung jawab: siswa diwajibkan untuk mematuhi aturan serta standar kinerja tinggi yang berlaku.

“Kami memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan berkembang di Voliko karena kami percaya dunia usaha memiliki tanggung jawab moral. Harapan kami sederhana, Voliko dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten dan siap pakai,” ujar Faisal.

Komitmen ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri adalah kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan adalah sistem evaluasi yang diterapkan oleh pihak Voliko Digital Printing. Pembimbing lapangan di sana mengungkapkan bahwa mereka secara konsisten mengadakan sesi evaluasi setiap minggu bagi siswa magang.

Hasilnya? Sangat menggembirakan. Siswa yang awalnya memerlukan waktu untuk adaptasi, perlahan menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan. Sesi evaluasi mingguan terbukti menjadi metode yang efektif untuk mendeteksi kendala secara real-time. Siswa tidak dibiarkan terpuruk dalam kesalahan, melainkan terus didampingi hingga mereka mampu mengoperasikan mesin dan melayani klien sesuai standar profesional.

Meski banyak capaian positif, Muhammad Faisal tidak ragu memberikan masukan yang konstruktif. Ia menekankan bahwa industri kreatif saat ini memiliki tuntutan yang sangat tinggi. Ia menyarankan agar pihak madrasah memperdalam pembekalan sebelum siswa terjun ke lapangan.

“Dunia industri saat ini mencari mereka yang tanggap dan berani mengambil inisiatif. Siswa harus disiapkan tidak hanya secara teknis, tapi juga secara mental agar siap dengan ritme kerja yang padat,” ungkap Faisal.

Masukan ini menjadi catatan penting bagi saya pribadi dan tim kesiswaan MAN 2 Bantul. Kami menyadari bahwa pembekalan sebelum PKL harus lebih adaptif, terutama terkait penguasaan teknologi terkini dan sikap profesionalisme.

Bagi saya, proses penarikan siswa di Voliko Digital Printing ini memberikan perspektif baru. Pengalaman yang diperoleh siswa bukan hanya tentang mencetak desain atau mengoperasikan mesin, melainkan tentang belajar disiplin, berkomunikasi dengan klien, dan memahami tanggung jawab kerja.

Kami berterima kasih kepada Voliko Digital Printing yang telah menjadi mitra strategis. Dengan pola komunikasi yang terbuka dan sistem evaluasi yang ketat, MAN 2 Bantul semakin optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga memiliki keterampilan yang nyata di lapangan.

Pendidikan adalah kerja kolaboratif. Dengan dukungan dari para mitra industri seperti Voliko, kami percaya “mutiara-mutiara” dari MAN 2 Bantul akan mampu bersinar di dunia kerja yang sesungguhnya.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID