Bantul (24/7/2026) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Pendidik pada Jumat (24/7/2026) bertempat di Rumah Makan Parangtritis. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., sebagai narasumber utama.
Dalam arahannya, H. Sidik Pramono menegaskan bahwa madrasah harus terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang maju, bermutu, dan mendunia. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, ditandai dengan fenomena menurunnya jumlah peserta didik di berbagai sekolah yang bahkan berdampak pada kebijakan regrouping atau penggabungan sekolah.
“Madrasah tidak boleh hanya bertahan, tetapi harus mampu berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat. Madrasah harus memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan sekolah umum, baik dari sisi akademik, karakter, maupun nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang terencana dan berkesinambungan. Seluruh program harus diawali dengan perencanaan yang matang, dilaksanakan secara optimal, serta diakhiri dengan evaluasi yang menyeluruh. Dengan siklus manajemen yang baik tersebut, setiap program akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu madrasah.
Lebih lanjut, H. Sidik Pramono mendorong setiap madrasah untuk menetapkan target prestasi yang jelas dalam setiap tahun. Menurutnya, minimal setiap satuan pendidikan memiliki kontrak prestasi tahunan yang menjadi komitmen bersama seluruh warga madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada MAN 2 Bantul yang dinilai berhasil menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Berbagai capaian prestasi yang diraih dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti nyata bahwa madrasah ini terus mengalami peningkatan kualitas.
“Alhamdulillah, MAN 2 Bantul merupakan salah satu madrasah yang kami nilai luar biasa. Prestasi yang diraih terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” ungkapnya.
Salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi negeri. Pada tahun 2026, sebanyak 53 siswa MAN 2 Bantul berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri, sebuah capaian yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, prestasi peserta didik dalam berbagai ajang kompetisi juga terus mengalami peningkatan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan akademik maupun pengembangan bakat dan minat siswa berjalan dengan baik.
Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap MAN 2 Bantul juga tercermin dari meningkatnya animo calon peserta didik baru. Seluruh kuota penerimaan siswa baru tahun ajaran ini berhasil terpenuhi, bahkan pihak madrasah terpaksa menolak sejumlah pendaftar yang tidak memenuhi persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan.
Melalui penyelenggaraan FGD Pengelolaan Pendidik ini, diharapkan seluruh pendidik MAN 2 Bantul semakin memperkuat komitmen dalam meningkatkan profesionalisme, inovasi pembelajaran, serta kualitas layanan pendidikan. Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, MAN 2 Bantul diharapkan terus menjadi madrasah unggul yang mampu melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.






