TELIKSANDI
NEWS TICKER

SMA Negeri 1 Purwokerto Gelar Program “Fiqhunnisa & Polresta Goes To School

Sabtu, 15 November 2025 | 9:08 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 191

Teliksandi – Banyumas — Meningkatnya kasus seks bebas, bullying, penyimpangan perilaku remaja, serta naiknya angka HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas mendorong perlunya langkah pencegahan terpadu melalui edukasi agama, pembinaan karakter, dan pemahaman hukum. Menjawab kebutuhan tersebut, SMA Negeri 1 Purwokerto menggelar Program “Fiqhunnisa & Polresta Goes To School” bekerja sama dengan MT Fiqhunnisa, Polresta Banyumas, dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Jumadal Ula 1447 H / 13 November 2025 bertempat di SMA Negeri 1 Purwokerto, Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 73, Purwanegara, Purwokerto Utara. Acara ini dikemas dalam diskusi bertema “Seru-seruan Bareng Ngobrol Santai tentang Iman, Akhlak, dan Semangat Menjadi Generasi Tanpa Kenakalan,” dengan materi disampaikan oleh Ustadz Muhammad Syahid Asgar, S.S., M.A., M.Sos.

Para siswa dan guru mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme dan perhatian. Materi disampaikan dengan pendekatan dialogis, ringan, dan relevan dengan kehidupan remaja masa kini.

Hadir dalam acara tersebut:

  • AKP Soetrisno, S.H., M.H. – Kasat Binmas Polresta Banyumas

  • Wilopo Untung Handoyo, ST – Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan

  • Drs. Tjaraka Tjunduk Karsadi, M.Pd. – Kepala SMA Negeri 1 Purwokerto

  • Emma Ali – Ketua MT Fiqhunnisa

  • Pemateri tambahan: Ipda Yusup Supriyadi, S.H.

Ketua MT Fiqhunnisa, Emma Ali, menjelaskan bahwa program ini digagas karena meningkatnya penyimpangan perilaku remaja.

“Penguatan karakter dan akhlak adalah benteng utama bagi siswa. Edukasi hukum dan kesehatan harus tersampaikan secara terstruktur agar remaja memahami risiko perilaku menyimpang. Kolaborasi antara majelis taklim, aparat, dan sekolah seperti ini merupakan pencegahan yang komprehensif,” jelasnya.

Emma juga menegaskan bahwa persoalan AIDS dan seks bebas di Banyumas menjadi alarm serius.

“Visi kami adalah melahirkan pelajar Banyumas yang berakhlak, aman, dan terlindungi dari perilaku berisiko. Misinya mencakup penyuluhan bahaya seks bebas, penanaman adab pergaulan, serta penguatan karakter anti-bullying,” tambahnya.

Kasat Binmas Polresta Banyumas, AKP Soetrisno, mengingatkan pentingnya pemahaman hukum bagi remaja.

“Remaja harus memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan. Kegiatan ini adalah langkah nyata membangun kesadaran hukum dan menjauhkan generasi muda dari tindakan berisiko,” tegasnya.

Kepala SMA Negeri 1 Purwokerto, Drs. Tjaraka Tjunduk Karsadi, M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Ini program yang sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini. Pembinaan akhlak dan karakter menjadi kunci dalam membentuk pribadi siswa yang lebih baik,” ujarnya.

Pemateri dari Polresta, Ipda Yusup Supriyadi, membawakan materi seputar ketertiban dan hukum remaja, sementara Ustadz Asgar membahas iman, akhlak, adab pergaulan, dan ketahanan moral remaja.

Acara berlangsung lancar, interaktif, dan penuh semangat. Para siswa aktif bertanya seputar pergaulan, tekanan sosial, hingga penggunaan media sosial yang sehat.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar pelajar Banyumas tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, cerdas, dan bermoral.

(Banyumas – Red – Trie)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID