Bantul (6/8/2025) – Sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang efektif antara pihak madrasah dan orang tua siswa, MAN 2 Bantul menggelar Pertemuan Orang Tua (POT) siswa kelas X sekaligus penyampaian hasil tes IQ Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Agustus 2025 bertempat di Masjid MAN 2 Bantul, dimulai pukul 13.00 WIB.
Acara dihadiri oleh Kepala MAN 2 Bantul, Hj. Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., Ketua Komite MAN 2 Bantul, H. Ahmad Turida, M.Pd., jajaran guru wali kelas X, serta ratusan orang tua siswa.
Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala MAN 2 Bantul. Dalam arahannya, Hj. Nur Hasanah menegaskan pentingnya sinergi antara pihak madrasah dan orang tua dalam mendukung perkembangan potensi siswa. “Tes IQ bukanlah label yang membatasi, melainkan informasi awal untuk membantu guru dan orang tua memahami cara belajar yang sesuai dengan karakter anak,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa hasil tes ini akan menjadi salah satu dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang tepat, baik di kelas maupun di rumah. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat berkembang secara optimal sesuai kemampuan masing-masing.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Komite MAN 2 Bantul, H. Ahmad Turida, M.Pd., yang menekankan peran komite sebagai jembatan komunikasi antara orang tua dan madrasah. Ia mengajak seluruh orang tua untuk aktif berpartisipasi dalam program-program madrasah, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Melalui komunikasi yang terbuka dan kerjasama yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter, pengetahuan, dan keterampilan siswa,” kata H. Ahmad Turida.
Hasil tes IQ yang disampaikan dalam pertemuan ini merupakan rangkaian dari program pemetaan potensi siswa yang dilaksanakan di awal tahun ajaran. Tes ini tidak hanya mengukur kecerdasan intelektual, tetapi juga memberi gambaran mengenai potensi bakat, kekuatan, dan area yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Guru wali kelas X turut memandu sesi penjelasan hasil tes, memberikan interpretasi sederhana bagi orang tua, serta memberikan saran langkah-langkah pendampingan anak di rumah. Beberapa wali kelas menekankan bahwa perbedaan skor IQ bukanlah penentu kesuksesan, melainkan petunjuk untuk menemukan gaya belajar yang tepat.
Acara ini juga menjadi forum dialog interaktif. Orang tua diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar hasil tes maupun strategi pembelajaran yang diterapkan di MAN 2 Bantul. Diskusi berlangsung hangat, dengan berbagai masukan positif dari orang tua yang siap berkolaborasi demi kemajuan anak-anak mereka.
Guru wali kelas X menyampaikan komitmennya untuk memantau perkembangan siswa secara berkala, tidak hanya dari aspek akademis, tetapi juga sikap, karakter, dan keterampilan sosial.
Menutup pertemuan, Hj. Nur Hasanah kembali mengingatkan pentingnya pendampingan berkelanjutan. “Madrasah akan berusaha memberikan layanan pendidikan terbaik. Namun, keberhasilan pendidikan akan lebih maksimal jika didukung oleh perhatian dan keterlibatan orang tua di rumah,” tegasnya.
Kegiatan POT ini diakhiri dengan doa bersama, memohon kelancaran dan keberkahan proses pendidikan siswa selama satu tahun ajaran ke depan.
Dengan adanya penyampaian hasil tes IQ secara langsung, diharapkan orang tua dapat memahami potensi anak sejak awal dan berperan aktif dalam mendukung tumbuh kembangnya. MAN 2 Bantul percaya, sinergi yang baik antara guru, orang tua, dan madrasah akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Edi S.)






