Bantul – MAN 2 Bantul terus memperkuat implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2023 dengan menanamkan nilai-nilai Panca Cinta dalam proses pembelajaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan penguatan KMA 1503 yang dirangkaikan dengan reviu Kurikulum MAN 2 Bantul, menghadirkan Ketua Tim I Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Anita Isdarmini, sebagai narasumber. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula MAN 2 Bantul pada Senin, 5 Januari 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Bantul sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Reviu kurikulum menjadi momentum reflektif bagi madrasah untuk menyelaraskan kebijakan kurikulum dengan arah kebijakan pendidikan madrasah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.
Acara diawali dengan sambutan Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, yang menegaskan bahwa penanaman nilai Panca Cinta merupakan ruh pendidikan madrasah. Menurutnya, kurikulum harus mampu menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik, bukan sekadar dokumen administratif.
“Melalui reviu kurikulum ini, kami berupaya memastikan bahwa setiap proses pembelajaran di MAN 2 Bantul benar-benar menginternalisasikan nilai Panca Cinta. Implementasi KMA 1503 menjadi pijakan penting dalam mewujudkan madrasah yang unggul secara akademik dan kuat secara karakter,” ujar Nur Hasanah Rahmawati.
Dalam pemaparannya, Anita Isdarmini menjelaskan bahwa KMA 1503 menekankan pentingnya perubahan mindset guru dalam mengajar. Guru madrasah dituntut untuk tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang membentuk kepribadian peserta didik secara utuh.
“Pembelajaran di madrasah harus dilandasi cinta. Cinta kepada Tuhan dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air harus terintegrasi dalam setiap aktivitas pembelajaran,” jelas Anita.
Ia menguraikan bahwa Panca Cinta merupakan fondasi utama pendidikan madrasah. Cinta kepada Tuhan dan Rasul-Nya diwujudkan melalui penguatan sikap religius, akhlak mulia, dan keteladanan. Cinta ilmu pengetahuan ditanamkan melalui pembelajaran yang mendorong rasa ingin tahu, berpikir kritis, serta semangat belajar sepanjang hayat.
Sementara itu, cinta lingkungan diarahkan pada pembentukan kepedulian terhadap alam dan keberlanjutan lingkungan hidup. Cinta diri dan sesama menjadi dasar dalam membangun empati, sikap saling menghargai, serta kemampuan hidup berdampingan dalam keberagaman. Adapun cinta tanah air diwujudkan melalui penguatan nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain membahas nilai Panca Cinta, Anita Isdarmini juga menyampaikan penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan kokurikuler dalam struktur kurikulum madrasah. Menurutnya, kokurikuler merupakan bagian penting yang menjembatani pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
“Kegiatan kokurikuler harus dirancang secara terencana dan relevan dengan capaian pembelajaran. Dalam konteks reviu kurikulum, guru perlu memastikan bahwa kokurikuler menjadi sarana penguatan karakter dan nilai Panca Cinta,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi dan reviu kurikulum ini berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para guru aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait implementasi KMA 1503 dalam pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul diharapkan semakin siap mengimplementasikan KMA 1503 secara konsisten serta menjadikan Panca Cinta sebagai landasan utama dalam pengembangan kurikulum dan budaya pembelajaran di madrasah.






