Lampung Barat — Dalam upaya menanggulangi interaksi negatif antara manusia dan satwa liar di Provinsi Lampung, Gubernur Lampung menggelar kegiatan peninjauan lapangan pada Minggu, 27 April 2025, di Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir dampak konflik yang dapat menyebabkan korban jiwa maupun kerugian material, serta merumuskan langkah-langkah terpadu dalam penanganannya. Peninjauan dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya:
– Ketua DPRD Provinsi Lampung
– Kapolda Lampung
– Komandan Resor Militer 043/Garuda Hitam
– Kepala Badan Intelijen Daerah (BINDA) Lampung
– Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung
– Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)
Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, dalam keterangannya menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menangani permasalahan ini.
“Kami ingin memastikan bahwa langkah-langkah strategis diambil dengan cepat dan tepat untuk mencegah jatuhnya korban, baik dari pihak manusia maupun satwa liar. Keberadaan satwa adalah bagian dari keseimbangan ekosistem kita, namun keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Gubernur Rahmat.
Kedatangan Gubernur Lampung di Bandar Negeri Suoh disambut langsung oleh Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Parosil menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mendukung penuh upaya perlindungan masyarakat dan konservasi lingkungan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan seluruh pihak terkait dalam menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian satwa liar. Sinergi ini penting untuk memastikan pembangunan yang berwawasan lingkungan di daerah kami,” ujar Bupati Parosil.
Mengingat urgensi kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan hadir tepat waktu dan tidak mengutus perwakilan.






