TELIKSANDI
NEWS TICKER

Gemulai Tradisi di Panggung Pendidikan: Empat Orang Siswi Kelas X MAN 2 Bantul Intensif Berlatih Tari Jingkrak Sambut Purna Siswa 2025/2026

Selasa, 21 April 2026 | 10:46 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 40

BANTUL – Semangat pelestarian budaya lokal berpadu dengan dinamika pendidikan tampak dalam aktivitas latihan seni yang digelar di lingkungan MAN 2 Bantul. Empat orang siswi kelas X secara intensif menjalani latihan Tari Jingkrak sebagai bagian dari persiapan mengisi agenda Purna Siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, di Panggung Kreasi Siswa MAN 2 Bantul.

Kegiatan latihan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas ekstrakurikuler, melainkan dirancang sebagai bagian integral dari rangkaian acara perpisahan yang sarat makna. Tari Jingkrak dipilih sebagai representasi kearifan lokal yang mengandung nilai estetika, semangat kebersamaan, serta identitas budaya yang kuat. Pemilihan tarian tradisional ini juga mencerminkan komitmen lembaga pendidikan dalam menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Kepala MAN 2 Bantul, Hj Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa keterlibatan siswa kelas X dalam pementasan Tari Jingkrak merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang mengedepankan keseimbangan antara aspek akademik dan penguatan karakter. Melalui kegiatan seni, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif, tetapi juga pada pembentukan kepekaan estetika, disiplin, dan kerja sama.

Latihan Tari Jingkrak dilaksanakan secara terjadwal dengan pendampingan dari pembina seni serta pelatih yang berpengalaman di bidang tari tradisional. Setiap sesi latihan difokuskan pada penguasaan gerak dasar, kekompakan formasi, serta penjiwaan karakter tarian. Gerakan dinamis yang menjadi ciri khas Tari Jingkrak menuntut konsentrasi tinggi serta koordinasi yang baik antarpenari.

Agenda Purna Siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 sendiri merupakan momen penting dalam siklus pendidikan di MAN 2 Bantul. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelepasan peserta didik, tetapi juga wadah apresiasi terhadap berbagai potensi yang dimiliki siswa. Penampilan Tari Jingkrak diharapkan mampu menjadi pembuka acara yang memukau sekaligus menghadirkan nuansa budaya yang kental.

Dalam konteks yang lebih luas, pelibatan siswa kelas X dalam kegiatan purna siswa juga memiliki dimensi regenerasi. Partisipasi tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengelola dan mengisi sebuah agenda besar sekolah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kesiapan dalam melanjutkan tradisi positif di masa mendatang.

Lebih jauh, kegiatan latihan ini juga menjadi sarana internalisasi nilai-nilai kebersamaan. Setiap gerakan dalam Tari Jingkrak mengandung filosofi kerja sama dan harmoni, yang selaras dengan tujuan pendidikan karakter. Proses latihan yang menuntut kedisiplinan waktu, ketekunan, serta kemampuan beradaptasi dengan kelompok menjadi bagian penting dalam pembentukan sikap siswa.

Dukungan penuh dari pihak madrasah terhadap kegiatan ini terlihat dari penyediaan fasilitas latihan serta pengaturan jadwal yang terintegrasi dengan kegiatan akademik. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi non-akademik mendapat perhatian yang seimbang dalam sistem pendidikan yang diterapkan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media promosi budaya lokal kepada generasi muda. Tari Jingkrak sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional diharapkan dapat terus dikenal dan dilestarikan melalui keterlibatan aktif siswa. Upaya ini sejalan dengan peran lembaga pendidikan sebagai agen pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.

Menjelang pelaksanaan acara pada 13 Mei 2026, intensitas latihan diproyeksikan semakin meningkat guna memastikan penampilan yang optimal. Evaluasi rutin dilakukan untuk memperbaiki setiap aspek, mulai dari teknik gerak hingga ekspresi panggung. Target utama yang ingin dicapai adalah menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna.

Kegiatan ini sekaligus menjadi cerminan sinergi antara pendidikan dan budaya dalam membentuk generasi yang berkarakter. Dengan memadukan nilai tradisional dan semangat modern, MAN 2 Bantul terus berupaya menghadirkan inovasi dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Melalui latihan Tari Jingkrak yang dilakukan secara intensif dan terstruktur, harapan besar disematkan pada penampilan siswa kelas X dalam agenda Purna Siswa mendatang. Penampilan tersebut diharapkan mampu menjadi simbol keberlanjutan tradisi, sekaligus wujud nyata dari proses pendidikan yang holistik.

Momentum ini tidak hanya menjadi panggung ekspresi seni, tetapi juga refleksi perjalanan pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan dedikasi. Dengan demikian, Purna Siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 di MAN 2 Bantul diharapkan berlangsung meriah, bermakna, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga madrasah. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID