BANTUL – Penguatan budaya peduli lingkungan dan pembentukan karakter peserta didik kembali ditegaskan melalui pelaksanaan program “Jumat Bertasbih” edisi Jumat, 10 April 2026 di MAN 2 Bantul. Kegiatan ini terintegrasi dalam program kokurikuler Adiwiyata yang secara konsisten dikembangkan sebagai bagian dari strategi pendidikan berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Program “Jumat Bertasbih” tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai wahana edukatif yang menggabungkan nilai spiritual, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan seluruh unsur warga madrasah, dengan pengaturan jadwal yang sistematis dan terkoordinasi.
Kepala MAN 2 Bantul, Hj Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler berbasis Adiwiyata menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis di kalangan peserta didik. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi pelaksanaan kegiatan, kelas kokurikuler Adiwiyata pada Jumat, 10 April 2026 dilaksanakan selama satu jam pelajaran pada jam ke-8, yaitu pukul 13.25 hingga 14.05 WIB. Setiap kelas diampu oleh wali kelas masing-masing dengan dukungan guru pengampu yang telah dijadwalkan sebelumnya. Pola pendampingan ini dirancang untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, setiap siswa diwajibkan untuk menandatangani daftar hadir yang telah disediakan. Selain itu, dilakukan pencatatan terkait kebiasaan membawa tumbler sebagai bagian dari upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Mekanisme ini menjadi indikator sederhana namun strategis dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa.
Kegiatan “Jumat Bertasbih” juga terintegrasi dengan agenda lain yang dilaksanakan pada hari yang sama. Setelah sesi kokurikuler pada jam ke-8, siswa kelas X melanjutkan kegiatan dengan program kepramukaan pada jam ke-9. Sementara itu, siswa kelas XI melaksanakan kegiatan bersih-bersih kelas sebagai bagian dari persiapan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Integrasi berbagai kegiatan dalam satu hari tersebut mencerminkan pendekatan pendidikan yang holistik. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, keterampilan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi antara kegiatan kokurikuler, kepramukaan, dan kebersihan lingkungan menjadi bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai pendidikan yang komprehensif.
Program Adiwiyata yang menjadi landasan kegiatan ini terus dikembangkan sebagai upaya menjadikan madrasah sebagai lingkungan yang ramah dan berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti “Jumat Bertasbih”, nilai-nilai cinta lingkungan ditanamkan secara langsung melalui praktik nyata, bukan sekadar konsep teoritis.
Lebih lanjut, keterlibatan aktif guru pengampu dan wali kelas dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program sekolah. Peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter dan perilaku siswa.
Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kebiasaan siswa dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Pencatatan penggunaan tumbler, misalnya, dapat menjadi indikator awal dalam mengukur tingkat kesadaran siswa terhadap pengurangan sampah plastik. Data yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan program lanjutan yang lebih efektif.
Di sisi lain, suasana kegiatan yang berlangsung secara terjadwal dan terstruktur memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Interaksi langsung dengan lingkungan serta keterlibatan dalam kegiatan praktis menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan “Jumat Bertasbih” edisi 10 April 2026 ini diharapkan mampu memperkuat budaya positif yang telah dibangun di MAN 2 Bantul. Konsistensi dalam menjalankan program menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan jangka panjang, yaitu terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang melibatkan seluruh aspek kehidupan sekolah. Dengan demikian, nilai-nilai yang ditanamkan dapat lebih mudah diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan, “Jumat Bertasbih” diharapkan terus berkembang dengan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dukungan dari seluruh warga madrasah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program ini.
Melalui pendekatan yang terintegrasi dan partisipatif, MAN 2 Bantul menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Program ini menjadi salah satu wujud nyata dari upaya tersebut, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan berbasis lingkungan di masa mendatang. (Edi Susanto)






