BANTUL — Upaya meningkatkan kualitas prestasi akademik siswa di bidang sains terus digencarkan oleh para pendidik di Kabupaten Bantul. Pada Rabu, 15 April 2026, Is Dwiyanti, guru Kimia dari MAN 2 Bantul, turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam agenda pengembangan profesi yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia SMA/MA se-Kabupaten Bantul.
Bertempat di Aula SMA N 1 Bantul, pertemuan rutin kali ini terasa istimewa dengan hadirnya Muhammad Nur Awaludin sebagai narasumber utama. Beliau dikenal luas di kalangan pendidik sains sebagai sosok di balik suksesnya banyak siswa meraih medali di tingkat Nasional dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia.
Strategi Pembinaan: Bukan Sekadar Menghafal Rumus
Dalam paparannya, Muhammad Nur Awaludin menekankan bahwa keberhasilan dalam OSN tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual siswa, tetapi juga oleh struktur pembinaan yang sistematis. Beliau membedah strategi “Long-Term Preparation” yang mencakup identifikasi bakat sejak dini hingga pengelolaan mental juara.
“Kunci dari kimia olimpiade bukanlah menghafal tabel periodik, melainkan memahami konsep dasar hingga ke level molekuler yang paling dalam,” ujar Nur Awaludin di hadapan puluhan guru Kimia se-Bantul. Beliau juga membagikan tips mengenai cara menyusun modul pelatihan yang efektif agar siswa tidak merasa jenuh dengan materi yang sangat kompleks.
Bagi Is Dwiyanti, materi ini menjadi suplemen berharga bagi program unggulan di MAN 2 Bantul. Keterlibatan aktif beliau dalam sesi tanya jawab menunjukkan komitmen madrasah untuk terus mengadopsi standar kompetensi nasional dalam pembimbingan siswa.
Bedah Soal OSN 2025: Mengurai Kompleksitas Kimia
Memasuki sesi kedua, kegiatan beralih ke aspek teknis yang lebih mendalam, yaitu bedah soal OSN Kimia tahun 2025. Sesi ini menjadi momen krusial bagi para guru untuk menyamakan persepsi mengenai tren soal olimpiade saat ini yang semakin menekankan pada kemampuan analisis data dan integrasi antar-topik kimia (organik, anorganik, dan fisik).
Diskusi berlangsung dinamis saat para peserta, termasuk Is Dwiyanti, bersama-sama mengurai jawaban dari soal-soal yang dianggap paling menantang pada kompetisi tahun lalu. Simulasi penyelesaian soal ini bertujuan agar para guru memiliki bekal yang kuat saat mentransfer ilmu tersebut kepada siswa di sekolah masing-masing.
Sinergi untuk Prestasi Bantul
Kegiatan MGMP ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga memperkuat jejaring antar-guru Kimia di Kabupaten Bantul. Dengan adanya sinergi antara sekolah umum dan madrasah, diharapkan kualitas pendidikan sains di wilayah Bantul dapat merata dan kompetitif di tingkat nasional.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengimplementasikan strategi bimbingan yang telah dipaparkan. Is Dwiyanti berharap, melalui ilmu yang didapat dari pertemuan MGMP di SMAN 1 Bantul ini, MAN 2 Bantul dapat melahirkan talenta-talenta baru yang siap bersaing memperebutkan medali di ajang OSN mendatang.






