Sleman, Kamis 7 Mei 2026 — Dua guru fisika dari MAN 2 Bantul mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan di MAN 1 Sleman. Kegiatan tersebut dirangkai dengan workshop pendidikan bertema “Inovasi Alat Peraga Fisika untuk Guru Kreatif dan Juara” yang diikuti guru-guru fisika madrasah se-DIY.
Workshop menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Iksan Taufik Hidayanto, penerima Science Education Award ITSF tahun 2010, dan Arif Alfatah, penerima Science Education Award ITSF tahun 2023. Keduanya berbagi pengalaman mengenai inovasi media pembelajaran fisika sekaligus memberikan motivasi kepada para guru agar terus berkarya dan berprestasi.
Dalam pemaparannya, Taufik menjelaskan bagaimana kreativitas guru dapat tumbuh dari pemanfaatan barang-barang sederhana di sekitar lingkungan sekolah. Ia memperlihatkan beberapa alat peraga listrik dan magnet yang dibuat dari barang bekas, seperti kawat, kardus, dan komponen elektronik yang sudah tidak terpakai. Menurutnya, alat peraga sederhana mampu membantu siswa memahami konsep fisika secara lebih nyata dan menyenangkan.
“Guru tidak harus menunggu fasilitas lengkap untuk berinovasi. Dengan kreativitas, barang sederhana pun bisa menjadi media pembelajaran yang efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Arif Alfatah membagikan pengalaman ketika mengikuti Science Education Award ITSF tahun 2023 hingga berhasil meraih penghargaan. Ia menjelaskan pentingnya keberanian untuk mencoba, konsisten melakukan pengembangan media pembelajaran, serta aktif mengikuti berbagai kompetisi pendidikan.
Selain memaparkan karya inovasinya, kedua narasumber juga memberikan kiat-kiat agar proposal dan karya inovasi dapat lolos seleksi hingga menjadi juara dalam ajang Science Education Award ITSF. Mereka menekankan bahwa ide yang sederhana namun aplikatif dan berdampak langsung bagi pembelajaran memiliki peluang besar untuk diapresiasi.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi workshop. Hal itu terlihat dari banyaknya bapak dan ibu guru yang mengajukan pertanyaan terkait teknik pembuatan alat peraga, penyusunan proposal lomba, hingga strategi mengembangkan inovasi pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan MGMP Fisika Kemenag DIY tersebut, diharapkan semakin banyak guru madrasah yang terdorong untuk menciptakan inovasi pembelajaran dan berpartisipasi dalam ajang Science Education Award ITSF pada tahun ini. Semangat berbagi dan kolaborasi antarguru diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di madrasah sekaligus melahirkan lebih banyak guru kreatif dan berprestasi.






