TELIKSANDI
NEWS TICKER

Ketua Komite Dorong Ekoteologi dan Ketahanan Pangan dalam Reviu Kurikulum MAN 2 Bantul

Senin, 27 April 2026 | 1:35 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 9

Bantul – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Hal ini tercermin dalam kegiatan reviu kurikulum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua Komite Madrasah, Drs. Ahmaturida, M.Pd., yang memberikan perhatian khusus terhadap penguatan program ekoteologi dan ketahanan pangan dalam dokumen kurikulum madrasah.

Dalam kegiatan reviu tersebut, Ahmaturida menegaskan bahwa kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai panduan akademik, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk kesadaran peserta didik terhadap isu-isu global, khususnya lingkungan dan kemandirian pangan. Menurutnya, integrasi nilai-nilai ekoteologi menjadi sangat penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

“Ekoteologi mengajarkan bagaimana manusia memandang lingkungan sebagai bagian dari amanah Tuhan yang harus dijaga. Ini perlu tertanam kuat dalam proses pembelajaran di madrasah,” ujar Ahmaturida dalam forum diskusi bersama tim pengembang kurikulum.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan program ketahanan pangan sebagai bagian dari pendidikan kontekstual. Program ini dinilai relevan dengan kondisi saat ini, di mana siswa perlu dibekali keterampilan praktis dan kesadaran akan pentingnya ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Dalam dokumen kurikulum MAN 2 Bantul, program ketahanan pangan dirancang melalui kegiatan pembelajaran berbasis proyek, seperti pengelolaan kebun madrasah dan pemanfaatan lahan produktif.

Kepala MAN 2 Bantul menyambut baik masukan dari Ketua Komite Madrasah tersebut. Ia menyampaikan bahwa madrasah telah mulai mengintegrasikan program ekoteologi dan ketahanan pangan dalam berbagai mata pelajaran, seperti Biologi, Geografi, dan Pendidikan Agama Islam. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga diarahkan untuk mendukung implementasi kedua program tersebut secara nyata.

Dalam sesi reviu, para guru turut memberikan tanggapan positif terhadap arah pengembangan kurikulum ini. Mereka menilai bahwa pendekatan yang menggabungkan nilai spiritual dan keterampilan praktis akan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Namun demikian, beberapa guru juga mengusulkan perlunya dukungan sarana dan pelatihan agar program dapat berjalan secara optimal.

Ahmaturida menambahkan bahwa kolaborasi antara madrasah, komite, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi kurikulum. Ia berharap program ekoteologi dan ketahanan pangan tidak hanya menjadi wacana dalam dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Melalui kegiatan reviu kurikulum ini, MAN 2 Bantul semakin memantapkan langkahnya sebagai lembaga pendidikan yang responsif terhadap isu lingkungan dan kemandirian pangan. Dengan dukungan berbagai pihak, madrasah optimis mampu mencetak generasi yang berwawasan ekologis, mandiri, dan berkarakter kuat.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID