TELIKSANDI
NEWS TICKER

Literasi Digital Bikin Kelas Hidup! Guru SKI MAN 2 Bantul Kupas Kerajaan Islam dengan Cara Kekinian

Senin, 24 November 2025 | 1:00 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 122

Bantul (MAN 2 Bantul) – Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAN 2 Bantul kembali menunjukkan wajah baru yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pada hari Kamis 20 November 2025, Khuzaifah guru SKI MAN 2 Bantul, melaksanakan pembelajaran di kelas XII F dengan metode literasi digital yang memanfaatkan tayangan video edukatif. Video tersebut dilengkapi tulisan materi berjalan (running text) di bagian bawah layar, membuat siswa lebih mudah memahami poin-poin penting yang disampaikan.

Materi yang dipelajari adalah tentang kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, mulai dari Samudra Pasai, Aceh Darussalam, Demak, Pajang, Mataram Islam, Ternate-Tidore, hingga perkembangan Islam di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara. Melalui tayangan video yang menarik, siswa dapat melihat gambaran visual tentang lokasi kerajaan, tokoh-tokoh penting, peninggalan sejarah, hingga sketsa perjalanan dakwah Islam di Nusantara. Running text yang muncul selama video berlangsung berisi ringkasan materi, istilah kunci, serta penjelasan singkat untuk memperkuat ingatan siswa.

Khuzaifah menjelaskan bahwa metode literasi digital ini dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus memudahkan siswa memahami alur sejarah secara visual. Dengan tampilan video yang komunikatif dan tambahan materi berjalan, siswa bisa mengaitkan informasi visual dengan teks secara langsung. “Model pembelajaran seperti ini membantu siswa yang gaya belajarnya visual dan auditori. Selain itu, suasananya jadi lebih fun, menghilangkan rasa sungkan ketika berdiskusi,” ujar Khuzaifah.

Setelah pemutaran video, siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi secara kelompok mengenai peran masing-masing kerajaan dalam proses penyebaran Islam, strategi dakwah, serta dampak politik dan sosialnya. Ketika sesi tanya jawab dimulai, suasana kelas tampak lebih hidup. Banyak siswa yang semula malu untuk berbicara kini berani menyampaikan pendapat karena materi yang disajikan terasa lebih mudah dipahami. Diskusi berjalan dinamis dengan beberapa kelompok menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam membacakan hasil kerja mereka.

Salah satu siswi, Arimbi dari kelas XII F, mengaku sangat terbantu dengan video dan tulisan materi berjalan tersebut. “Materinya jadi lebih jelas. Kadang kalau guru menjelaskan cepat, kita bisa lupa. Tapi dengan running text, kita bisa membaca ulang sambil menonton. Jadi lebih paham,” ungkapnya.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati memberikan apresiasi ia menyampaikan bahwa inovasi pembelajaran seperti ini sangat penting untuk membangun kelas yang aktif dan menyenangkan. “Kami sangat mendukung guru-guru yang menggunakan literasi digital dalam pembelajaran. Ini sesuai dengan visi madrasah untuk membentuk peserta didik yang literat, kreatif, dan siap menghadapi era digital,” ujarnya.

Nur Hasanah menambahkan bahwa pemanfaatan video edukatif dan running text merupakan langkah tepat untuk membantu siswa menangkap konsep sejarah yang sering kali dianggap rumit. Dengan metode ini, siswa tidak hanya mendengar dan mencatat, tetapi juga melihat, membaca, dan mengaitkan informasi secara langsung. Melalui penerapan literasi digital dalam pembelajaran SKI, MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan relevan. Suasana kelas XII F pun menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi jembatan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa sekaligus memperkuat semangat belajar mereka. (khz)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID