Bantul – Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan berbagai keistimewaan bagi umat Islam, salah satunya adalah hadirnya malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Malam yang disebut dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan ini menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan oleh Puji Lestari, guru mata pelajaran Kimia MAN 2 Bantul, dalam kultum Ramadhan yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi MAN 2 Bantul pada Senin, 9 Maret 2026.
Dalam kultum tersebut, Puji Lestari mengajak para siswa, guru, serta masyarakat untuk lebih memahami makna dan keutamaan Lailatul Qadar. Menurutnya, malam tersebut merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap Muslim untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki berbagai kekurangan dalam kehidupan.
Puji Lestari menjelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan yang disebutkan secara khusus dalam Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Qadr dijelaskan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.
“Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa. Pada malam itu Allah memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memohon ampunan dan memperbaiki diri,” ungkap Puji Lestari dalam kultumnya.
Ia menambahkan bahwa setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Oleh karena itu, Lailatul Qadar menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memohon ampunan kepada Allah serta memulai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Menurutnya, jarak antara seorang hamba dengan perubahan hidup yang lebih baik terkadang hanya sejauh doa yang dipanjatkan dengan penuh ketulusan. Melalui doa dan ibadah yang sungguh-sungguh pada malam Lailatul Qadar, seseorang dapat berharap mendapatkan ampunan serta rahmat dari Allah SWT.
Puji Lestari juga mengingatkan bahwa Lailatul Qadar tidak datang setiap saat. Malam tersebut hanya hadir pada bulan Ramadhan dan diyakini berada pada sepuluh malam terakhir. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah pada malam-malam tersebut dengan penuh kesungguhan.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut Lailatul Qadar antara lain memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memanjatkan doa dengan penuh keikhlasan. Dengan melakukan berbagai ibadah tersebut, seorang Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampunan atas berbagai dosa yang pernah dilakukan.
Selain itu, Puji Lestari juga mengajak para siswa untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri. Melalui ibadah puasa dan berbagai amalan lainnya, seseorang dapat mengevaluasi perjalanan hidupnya serta berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki sikap, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT.
Kultum yang disampaikan oleh Puji Lestari ini merupakan bagian dari program syiar Ramadhan yang diselenggarakan oleh MAN 2 Bantul melalui media digital. Program ini bertujuan untuk memberikan penguatan nilai-nilai keislaman kepada para siswa sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah yang lebih luas.
Melalui kanal YouTube resmi madrasah, berbagai materi kultum Ramadhan dapat disaksikan oleh para siswa, guru, serta masyarakat umum. Hal ini menjadi salah satu bentuk upaya madrasah dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan serta meningkatkan pemahaman keagamaan di kalangan generasi muda.
Program ini juga memberikan kesempatan bagi para guru untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para siswa di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter.
Di akhir kultumnya, Puji Lestari mengajak seluruh umat Islam untuk tidak melewatkan kesempatan yang sangat berharga dalam mencari Lailatul Qadar. Ia mengingatkan bahwa malam yang lebih mulia dari seribu bulan tersebut merupakan anugerah besar dari Allah SWT yang tidak boleh disia-siakan.
“Fokuskan hati, kuatkan niat, dan mari kita raih ampunan Allah di malam Lailatul Qadar,” pesannya.
Melalui pesan tersebut, diharapkan para siswa dan masyarakat dapat semakin termotivasi untuk memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir. Dengan kesungguhan dalam berdoa dan beribadah, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk meraih ampunan, keberkahan, serta kehidupan yang lebih baik di masa depan.






