TELIKSANDI
NEWS TICKER

PC IPNU-IPPNU Boyolali Sukses Selenggarakan Latihan Instruktur dan Latihan Pelatih I: Tonggak Sejarah Baru Kaderisasi di Solo Raya

Rabu, 30 April 2025 | 1:11 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 508

Boyolali, 27 April 2025 —  Dalam upaya memperkuat sistem kaderisasi formal yang terstruktur, terstandarisasi, dan berorientasi pada kualitas sumber daya kader, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Boyolali sukses menyelenggarakan Latihan Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel) tingkat I. Kegiatan monumental ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 24 hingga 27 April 2025, bertempat di Majelis Nur Widodo, Kecamatan Andong, Boyolali.

Mengusung tema besar “Membangun Generasi Progresif, Mendorong Pendidikan Inklusif”, Latin dan Latpel I ini tidak hanya menjadi agenda rutin dalam jenjang pengkaderan IPNU-IPPNU, melainkan juga menjadi manifestasi konkret atas komitmen organisasi dalam mencetak kader-kader instruktur dan pelatih yang profesional, berintegritas, serta berwawasan luas. Agenda ini tercatat sebagai perhelatan pertama di Boyolali, bahkan di tingkat Solo Raya, yang menyelenggarakan dua jenjang kaderisasi formal tingkat lanjut secara bersamaan.

Ketua PC IPNU Boyolali, Rekan Ahmad Subki, dalam sambutannya mengungkapkan, “Latihan Instruktur dan Latihan Pelatih ini bukan sekadar program rutinitas. Ia adalah jalan panjang perjuangan intelektual dan kultural kita untuk menghadirkan kader-kader pelajar NU yang memiliki kekuatan konseptual, kompetensi teknis, serta orientasi gerakan yang progresif dan visioner. Di tengah arus zaman yang begitu cepat, kita harus memastikan kaderisasi berjalan secara sistemik, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan lokal maupun global.”

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Boyolali, Rekanita Atika Mualifah, menambahkan,  “Melalui forum Latin dan Latpel ini, kami ingin memperkuat kapasitas kader perempuan dalam gerakan pelajar NU. Pendidikan inklusif yang menjadi semangat kita hari ini, meniscayakan kehadiran pelatih dan instruktur yang memahami keberagaman latar belakang peserta didik dan mampu meresponsnya dengan pendekatan-pendekatan progresif, adaptif, dan humanistik.”

Kegiatan ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran langsung Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Pimpinan Pusat IPNU, Rekan Syaeful Kamaludin, yang berkenan memberikan materi penting dalam salah satu sesi utama. Dalam paparannya, beliau menegaskan urgensi pembaruan sistem kaderisasi IPNU-IPPNU di era disrupsi informasi dan teknologi. Kehadiran tokoh nasional ini bukan hanya memberikan nilai tambah secara substantif, tetapi juga membuktikan keseriusan PC IPNU-IPPNU Boyolali dalam menjalin konektivitas kaderisasi dari pusat hingga daerah.

Ketua Panitia, Rekan Landung Azbarkati, dalam keterangannya menuturkan, “Kegiatan ini dirancang dengan standar akademik dan metodologi pelatihan yang ketat, mulai dari seleksi peserta, kurikulum berbasis kompetensi, hingga metode evaluasi. Latin dan Latpel ini menjadi starting point untuk mempercepat proses rekrutmen dan pengembangan kader instruktur dan pelatih di Boyolali, yang pada akhirnya memperkuat daya tahan organisasi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan tantangan pendidikan.”

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan materi-materi fundamental dan strategis terkait kepemimpinan kaderisasi, teknik fasilitasi, metodologi pelatihan berbasis andragogi, analisis sosial, serta penguatan ideologi ke-NU-an dan kebangsaan. Seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, interaktif, dan berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga peserta tidak hanya mendapatkan ilmu teoritis, tetapi juga keterampilan praktis.

Kegiatan ini pun ditutup dengan prosesi pelantikan simbolis bagi para peserta yang lulus, menandai lahirnya instruktur-instruktur dan pelatih-pelatih baru yang siap bertugas di berbagai wilayah Boyolali. Dengan adanya Latin-Latpel I ini, PC IPNU-IPPNU Boyolali berharap dapat mencetak minimal satu instruktur dan satu pelatih di setiap kecamatan, guna menjamin keberlangsungan proses kaderisasi hingga tingkat basis.

Latin dan Latpel I Boyolali menjadi bukti nyata bahwa kaderisasi bukanlah proses instan, melainkan hasil dari kerja-kerja panjang, kolaboratif, dan penuh dedikasi. PC IPNU-IPPNU Boyolali menegaskan kembali komitmennya untuk membangun kader yang tidak hanya mampu berorganisasi, tetapi juga mampu memimpin perubahan sosial menuju peradaban yang lebih adil, inklusif, dan beradab.

Melalui momentum ini, PC IPNU-IPPNU Boyolali mengukir tonggak sejarah baru kaderisasi pelajar NU di Solo Raya — sebuah langkah progresif menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya.(Red/Chansa)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID