TELIKSANDI
NEWS TICKER

Dari Hati untuk Pendidikan: Guru MAN 2 Bantul Susun Modul Ajar Humanis

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:40 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 84

Sleman — Komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran terus ditunjukkan oleh guru MAN 2 Bantul, salah satunya adalah Sri Suharyanti, yang mengikuti workshop pembuatan modul ajar bermuatan Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh MGMP MA DIY pada Selasa, 10 Februari 2026 di MAN 3 Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.

Workshop ini menghadirkan narasumber Heni Prilantari, seorang praktisi pendidikan yang aktif mengembangkan pendekatan pembelajaran humanis dan berpusat pada peserta didik. Dalam pemaparannya, Heni menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan empati, kepedulian, dan penghargaan terhadap keberagaman sebagai ruh dalam proses pembelajaran. Guru didorong untuk menghadirkan suasana kelas yang aman, inklusif, serta menumbuhkan hubungan positif antara guru-siswa dan siswa-siswa. Heni juga menekankan “Jurus burger dalam menegur siswa”, dengan kalimat bijak. Koreksinya ada di Tengah, sehingga di awal dan di akhir menyemangati dengan kalimat dengan penuh cinta.

Sri Suharyanti menyambut kegiatan ini dengan antusias. Menurutnya, modul ajar yang disusun dengan pendekatan berbasis cinta mampu menjadi jembatan antara materi pelajaran dengan nilai-nilai kehidupan. “Selama ini kita fokus pada penyampaian materi. Melalui workshop ini, saya belajar bagaimana memasukkan unsur empati, refleksi diri, dan penguatan karakter ke dalam langkah-langkah pembelajaran secara terstruktur,” ungkapnya.

Ketua MGMP MA DIY, Luki Fidiantoro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru madrasah memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta selaras dengan nilai-nilai pendidikan madrasah yang menekankan akhlak mulia. “Kami berharap guru-guru dapat mengimplementasikan modul ajar yang disusun sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna dan menyentuh hati siswa,” tuturnya.

Dalam sesi praktik, peserta workshop dibimbing menyusun modul ajar mulai dari perumusan tujuan pembelajaran, pemetaan aktivitas yang mendorong kolaborasi, hingga penyusunan refleksi berbasis pengalaman belajar siswa. Suasana diskusi berlangsung aktif, dengan para guru saling berbagi pengalaman dan ide kreatif.

Melalui keikutsertaannya dalam workshop ini, Sri Suharyanti berharap dapat menerapkan modul ajar yang telah disusun di kelasnya serta menularkan semangat pembelajaran berbasis cinta kepada rekan-rekan sejawat di MAN 2 Bantul. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang lebih humanis, hangat, dan bermakna bagi peserta didik.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID