Bantul – Suasana penuh haru, bangga, dan semangat kebersamaan mewarnai penyelenggaraan Purna Siswa Tahun 2026 di MAN 2 Bantul pada Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan yang menjadi puncak perjalanan pendidikan bagi peserta didik kelas XII tersebut berlangsung semarak dengan rangkaian prosesi yang tertata rapi sejak pagi hingga siang hari. Acara ini menjadi momentum penting sebagai penanda berakhirnya masa belajar di jenjang madrasah aliyah sekaligus gerbang awal menuju fase kehidupan yang lebih luas bagi para lulusan.
Pelaksanaan purna siswa diawali sejak pukul 06.30 WIB melalui persiapan kirab serta penyambutan wali murid dengan penampilan hadroh. Lantunan sholawat yang dibawakan kelompok hadroh oleh siswa kelas X dan kelas XI menghadirkan nuansa religius sekaligus menambah kekhidmatan suasana. Kehadiran para wali murid, tamu undangan, serta seluruh warga madrasah sejak pagi menunjukkan antusiasme besar terhadap momen bersejarah tersebut.
Prosesi kirab wisudawan dan wisudawati dimulai pukul 07.00 WIB. Rombongan lulusan memasuki area acara dengan iringan musik tradisional Jawa yang menambah kesan sakral dan kental nuansa budaya yang religius. Narasi panyondro yang dibawakan Riyadi Setyawan, S. Sn. mengiringi langkah para wisudawan, menciptakan atmosfer megah dan penuh makna. Kirab menjadi simbol perjalanan panjang pendidikan yang telah ditempuh para peserta didik selama tiga tahun.
Memasuki acara inti pada pukul 07.30 WIB, pembukaan diawali dengan pembacaan basmallah yang dipimpin pembawa acara. Rangkaian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme. Setelah itu, pembacaan Kalam Ilahi dan saritilawah menghadirkan nuansa religius yang menjadi ciri khas kegiatan pendidikan di lingkungan madrasah.
Salah satu bagian utama acara berlangsung saat penyampaian sambutan kepala madrasah sekaligus pembacaan Surat Keputusan Purna Siswa dan pernyataan penyerahan kembali peserta didik kepada orang tua atau wali murid. Kepala MAN 2 Bantul, Hj Nur Hasanah Rahmawati, S. Ag., M.M., yang menegaskan bahwa purna siswa bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk apresiasi atas perjuangan akademik dan nonakademik yang telah ditempuh seluruh peserta didik. Pendidikan di madrasah diarahkan untuk membentuk generasi beriman, berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, penyampaian sambutan kepala madrasah dibacakan oleh Fitria Endang Susana, S. Pd., M.Pd. Penyampaian tersebut sekaligus menandai penyerahan kembali tanggung jawab pendidikan peserta didik kepada keluarga setelah menyelesaikan proses belajar di MAN 2 Bantul. Suasana haru tampak menyelimuti aula saat prosesi tersebut berlangsung.
Prosesi wisuda menjadi bagian yang paling dinantikan. Sejak pukul 08.15 WIB hingga 09.15 WIB, para wisudawan dan wisudawati menjalani prosesi penyematan samir serta pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi. Penghargaan diberikan kepada lulusan yang menunjukkan pencapaian unggul di bidang akademik maupun nonakademik. Momen tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras selama menempuh pendidikan.
Pernyataan penerimaan kembali peserta didik oleh perwakilan orang tua turut menjadi bagian emosional dalam acara. Perwakilan orang tua yang hadir menyampaikan ungkapan syukur sekaligus harapan agar lulusan mampu melanjutkan langkah menuju perguruan tinggi maupun dunia kerja dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur yang diperoleh selama belajar di madrasah.
Nuansa kebersamaan semakin terasa saat pembacaan janji alumni, kesan, dan pesan alumni. Janji alumni menjadi simbol ikatan moral antara lulusan dengan almamater. Komitmen untuk menjaga nama baik madrasah, menjunjung nilai keislaman, serta berkontribusi positif bagi masyarakat disampaikan dengan penuh kesungguhan. Momen tersebut menandai lahirnya bagian baru dari keluarga besar alumni MAN 2 Bantul.
Acara purna siswa tidak hanya berisi prosesi formal, namun juga dirangkai dengan berbagai penampilan seni. Tari Jingkrak yang dibawakan peserta didik kelas X menampilkan semangat dinamis dan kekayaan budaya Nusantara. Selanjutnya, sambutan dari jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul memperkuat makna acara sebagai momentum penting bagi dunia pendidikan madrasah.
Sambutan dari H. Sidiq Pramono, S. Ag., M. Si. dan H. Muntolib, S. Ag., M.S.I. menekankan pentingnya menjaga tradisi prestasi dan karakter. Lulusan madrasah diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang kuat sebagai fondasi menghadapi perkembangan zaman.
Setelah rangkaian utama selesai, pentas seni menjadi penutup yang menambah semarak acara. Penampilan tari Baduy, pencak silat, geguritan, nyanyi solo hingga penampilan khusus berupa sungkeman menghadirkan kreativitas peserta didik dari berbagai bidang. Pertunjukan pencak silat menunjukkan perpaduan olahraga dan seni bela diri yang memukau dan sarat dengan pesan moral edukatif dan sosial.
Penampilan geguritan yang dipandu Nasirudin, S. Ag. menambah kekayaan budaya lokal yang menjadi ciri khas kegiatan.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Drs. Mubtadi’in, M. Pd., dimana doa penutup menjadi simbol harapan agar seluruh lulusan memperoleh keberkahan dalam menempuh perjalanan berikutnya. Setelah penutupan resmi dengan bacaan hamdalah, suasana kembali semarak melalui penampilan menyanyi yang membawakan lagu Count on Me dari Bruno Mars.
Purna Siswa 2026 di MAN 2 Bantul menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Rangkaian acara menunjukkan perpaduan antara nilai akademik, religius, budaya, dan seni yang menjadi identitas kuat madrasah. Kesuksesan penyelenggaraan tidak terlepas dari sinergi panitia, tenaga pendidik, peserta didik, serta dukungan OSIS dan ROHIS yang terlibat aktif dalam setiap detail kegiatan.
Momentum ini menjadi catatan penting dalam perjalanan MAN 2 Bantul pada tahun 2026. Lulusan yang dilepas pada acara tersebut membawa harapan besar untuk melanjutkan langkah menuju masa depan dengan bekal ilmu, karakter, dan pengalaman berharga. Purna siswa menjadi akhir dari satu fase pendidikan, sekaligus awal dari perjalanan baru menuju kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Edi Susanto)






