TELIKSANDI
NEWS TICKER

Forkopimda Kabupaten Tegal Lakukan Kerja Bakti Pasca Banjir di Area Pancuran 13 Guci

Sabtu, 24 Januari 2026 | 1:31 pm
Reporter: Wakhyudin
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 265

TEGAL, teliksandi.id Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal melakukan kerja bakti di kawasan wisata Pancuran 13, Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, menyusul banjir bandang yang terjadi pada Sabtu dini hari (24/1/2026), sekitar pukul 01.30 WIB.

Kapolsek Bojong, AKP Khairun, S.H., mengatakan pihaknya mengerahkan personel Polsek Bojong untuk membersihkan puing-puing bangunan dan lumpur sisa banjir. Kegiatan tersebut juga melibatkan jajaran Polsek Bumijawa serta anggota Koramil Bojong dan Koramil Bumijawa.

Selain aparat keamanan, Wakil Bupati Tegal Kholid turut hadir bersama jajarannya, setelah sebelumnya meninjau tiga titik terdampak banjir di kawasan Guci. Wakil Bupati juga melaksanakan ziarah ke makam tokoh sejarah Guci, Raden Aryo Wiryo atau yang dikenal sebagai Mbah Klitik.

AKP Khairun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem. Ia juga meminta warga untuk tidak mendekati lokasi kejadian karena masih terdapat potensi banjir susulan.

“Kami harap masyarakat tidak mendekat ke area terdampak banjir demi keselamatan bersama. Mari bersama-sama berdoa agar musibah banjir bandang ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Petugas gabungan meninjau lokasi jembatan di Pancuran 13 yang hilang akibat banjir bandang yang menerjang kawasan wisata Guci. Material lumpur dan kerusakan bangunan tampak menutup akses utama di lokasi kejadian, Sabtu, 24 Januari 2026. (Widodo)

Banjir bandang tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan di kawasan Pancuran 13 hanyut, termasuk sebuah jembatan berukuran besar yang menjadi akses penghubung Kecamatan Bojong dan Bumijawa. Tak hanya itu, patung naga yang menjadi ikon kawasan wisata tersebut juga ikut hanyut tanpa meninggalkan bekas.

Menurut keterangan warga setempat, dampak banjir ini menyebabkan aktivitas ekonomi lumpuh sementara. Pelaku UMKM, ojek kuda, serta pedagang di kawasan wisata menghentikan sementara aktivitas usaha mereka selama beberapa hari ke depan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera melakukan langkah evakuasi dan penanganan darurat, terutama terhadap akses jembatan di kawasan Pancuran 13. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi menurunkan jumlah kunjungan wisatawan ke Guci jika akses utama belum segera pulih.

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengambil langkah pengamanan dengan memasang garis polisi di sekitar lokasi banjir. Petugas melakukan upaya tersebut guna mencegah warga mendekati area berbahaya dan hanya memperbolehkan masyarakat melihat dari kejauhan

(Red: Wakhyudin)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID