TELIKSANDI
NEWS TICKER

Guru MAN 2 Bantul Tingkatkan Literasi Bahaya Vape melalui Podcast Edukasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 10:30 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 47

Bantul – Dalam upaya memperkuat pemahaman terhadap bahaya penyalahgunaan zat adiktif di kalangan pelajar, guru MAN 2 Bantul mengikuti Podcast Edukasi bertema “Whip Pink & Vape Elektronik” yang diselenggarakan oleh BNNP DIY bekerja sama dengan Balai Tekkomdik DIY pada Senin, 30 Maret 2026.

Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Jogja Belajar mulai pukul 10.00 WIB. Podcast edukasi tersebut menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif karena mampu menjangkau peserta secara luas dengan penyampaian yang ringan namun tetap berbobot. Acara dipandu oleh Septandho Hishaf yang berhasil membangun suasana diskusi yang interaktif dan komunikatif.

Dari pihak madrasah, kegiatan ini diikuti oleh Fitria Endang Susana bersama beberapa guru lainnya. Keikutsertaan para guru ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan literasi kesehatan serta memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana penggunaan vape elektronik semakin marak di kalangan remaja.

Dalam pemaparan materi, Ardorisye Saptaty Fornia dokter spesialis paru dari PKU Muhammadiyah Yogyakarta menjelaskan bahwa penggunaan vape tidak dapat dianggap sebagai alternatif yang aman dari rokok konvensional. Ia menegaskan bahwa berbagai zat kimia yang terkandung dalam vape tetap memiliki potensi merusak kesehatan paru-paru. Bahkan, dalam beberapa kasus, penggunaan jangka panjang dapat memicu gangguan pernapasan yang serius.

Selain itu, fenomena “whip pink” juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Zat ini mulai dikenal di kalangan remaja dan berpotensi disalahgunakan karena efeknya yang memberikan sensasi tertentu. Kurangnya pemahaman mengenai bahaya zat tersebut membuat banyak remaja tidak menyadari risiko yang dihadapi.

Sementara itu, Rina Apriliani Sugiarti dari BNNP DIY menjelaskan bahwa penyalahgunaan zat adiktif sering kali dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan psikologis. Rasa ingin tahu, tekanan dari teman sebaya, serta minimnya edukasi menjadi faktor utama yang mendorong remaja untuk mencoba hal-hal berisiko. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing dalam memberikan pemahaman yang benar kepada siswa.

Fitria Endang Susana menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi guru. Ia mengungkapkan bahwa informasi yang diperoleh dapat dijadikan sebagai bahan edukasi bagi siswa, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan pembinaan lainnya. Menurutnya, guru perlu terus memperbarui pengetahuan agar mampu memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada siswa.

Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa format podcast seperti ini sangat efektif dalam menyampaikan materi edukasi. Penyampaian yang santai namun tetap informatif membuat peserta lebih mudah memahami isi materi. Hal ini menjadi inspirasi bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik di kelas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru MAN 2 Bantul dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif. Dengan pemahaman yang baik, siswa diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat dan menjauhi perilaku berisiko.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan instansi terkait sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda. Dengan sinergi yang baik, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID