TELIKSANDI
NEWS TICKER

Isi Kotak, Gali Sejarah! Siswa XII D MAN 2 Bantul Asyik Mengungkap Peran Sunan Ampel Lewat TTS

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:49 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 161

Bantul – Guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MAN 2 Bantul kembali menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Pada Rabu, 21 Januari 2026, pembelajaran SKI di kelas XII D pada jam ke-3 dan ke-4 diisi dengan materi “Peran Sunan Ampel dalam Mengembangkan Islam di Indonesia” melalui metode Teka-Teki Silang (TTS). Metode ini berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan penuh antusiasme dari para siswa.

Penggunaan TTS sebagai metode pembelajaran dipilih untuk mengajak siswa memahami materi sejarah Islam dengan cara yang tidak monoton. Siswa diajak mengisi kotak-kotak TTS berdasarkan petunjuk soal yang berkaitan dengan perjuangan dan peran Sunan Ampel, mulai dari pendirian pesantren Ampel Denta, strategi dakwah yang damai dan toleran, hingga perannya sebagai pendidik dan pencetak kader ulama di Nusantara. Aktivitas ini menuntut siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama, serta mengingat materi dengan cara yang menyenangkan.

Sejak awal pembelajaran, suasana kelas tampak hidup. Siswa terlihat antusias membaca petunjuk soal, berdiskusi dengan teman sebangku, dan saling bertukar pendapat untuk menemukan jawaban yang tepat. Metode TTS ini membuat siswa tidak hanya pasif mendengarkan penjelasan guru, tetapi terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Meski berlangsung pada jam ke-3 dan ke-4, semangat belajar siswa tetap terjaga hingga akhir pelajaran.

Guru SKI MAN 2 Bantul Khuzaifah menyampaikan bahwa metode TTS dipilih untuk menumbuhkan minat belajar siswa terhadap materi sejarah Islam. “Materi Wali Sanga, khususnya Sunan Ampel, memiliki nilai-nilai dakwah yang sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Dengan TTS, siswa bisa belajar sambil bermain, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa metode ini mendorong siswa untuk aktif, berani berpendapat, dan bekerja sama.

Salah satu siswa kelas XII D Nurul mengungkapkan bahwa pembelajaran dengan TTS terasa lebih seru dibandingkan metode konvensional. “Belajarnya jadi tidak membosankan. Kami bisa berdiskusi sambil mengingat materi Sunan Ampel. Rasanya seperti main game, tapi tetap belajar,” tuturnya dengan antusias. Metode ini dinilai mampu meningkatkan konsentrasi dan semangat siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Pembelajaran inovatif tersebut mendapat apresiasi dari Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati. Ia menyampaikan penghargaan kepada guru SKI yang terus berinovasi dalam mengembangkan metode pembelajaran. “Kami sangat mengapresiasi kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Metode seperti TTS ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membangun suasana kelas yang positif dan kondusif,” ungkapnya.

Nur Hasanah Rahmawati berharap inovasi pembelajaran semacam ini dapat terus dikembangkan oleh para guru di MAN 2 Bantul. Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan akan memberikan dampak besar terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Dengan memadukan materi keislaman, nilai sejarah, dan metode kreatif, MAN 2 Bantul berkomitmen mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah. (khz)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID