Bantul (MAN 2 Bantul) – Semangat kolaborasi para kepala Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Bantul kembali terbangun melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKMA) Bantul yang digelar pada Kamis (26/02/2026) di Resto Sawiji Roso. Mengusung tema “Kolaborasi KKMA Bantul dalam Membangun Branding Madrasah yang Kuat dan Berkelanjutan”, forum ini menjadi ruang strategis untuk berbagi gagasan, memperkuat sinergi, sekaligus menegaskan peran penting kepala madrasah dalam memajukan lembaga pendidikan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina KKMA Bantul sekaligus Pengawas Pembina Kantor Kementerian Agama Bantul, Heni Prilantari; Ketua KKMA Bantul, Syaefulani yang juga menjabat Kepala MAN 4 Bantul; Sekretaris KKMA Bantul, Anis Fatiha selaku Kepala MA Madania Bantul; serta seluruh kepala MA negeri dan swasta se-Kabupaten Bantul. Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, turut hadir sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kerja sama dan membangun jejaring positif antar madrasah.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat kebersamaan. Berbagai gagasan strategis mengemuka, terutama terkait pentingnya karakter, integritas, dan kepemimpinan kepala madrasah dalam membangun kepercayaan publik. Kepala madrasah dipandang tidak hanya sebagai pengelola administrasi, tetapi juga sebagai teladan, penggerak visi lembaga, sekaligus representasi madrasah di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Nur Hasanah Rahmawati menegaskan bahwa KKMA merupakan wadah strategis untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat langkah bersama dalam membangun citra positif madrasah.
“Branding madrasah harus dibangun dari dalam, dimulai dari budaya kerja yang kuat, pelayanan yang berkualitas, serta konsistensi dalam menjaga nilai-nilai madrasah. Ketika fondasi internal kokoh, citra eksternal akan terbentuk secara alami. Forum seperti ini sangat penting untuk saling bertukar inspirasi dan praktik baik demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa di era digital saat ini, penguatan branding madrasah perlu diiringi dengan inovasi, pemanfaatan media informasi, serta keterbukaan komunikasi dengan masyarakat.
Melalui FGD ini, para kepala madrasah di Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Madrasah Aliyah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan madrasah yang tidak hanya kuat dalam citra, tetapi juga kokoh dalam kualitas dan keberlanjutan pendidikan. /rys






