Bantul (MAN 2 Bantul) – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) terus dilakukan oleh para pendidik MAN 2 Bantul. Salah satunya dilakukan oleh Khuzaifah, guru SKI, yang memanfaatkan koleksi perpustakaan madrasah dengan meminjam buku Sejarah Peradaban Islam karya Badri Yatim pada Senin (11/11/2025). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperkaya referensi pembelajaran dan menanamkan nilai moderasi beragama kepada peserta didik.
Buku karya Badri Yatim dikenal luas sebagai rujukan penting dalam memahami perkembangan peradaban Islam dari masa ke masa, termasuk interaksinya dengan budaya lokal di berbagai wilayah. Bagi Khuzaifah, buku ini bukan hanya sumber data sejarah, tetapi juga sarana menanamkan nilai toleransi, keadilan, dan kemanusiaan yang sejalan dengan prinsip moderasi beragama.
“Sebagai guru SKI, saya merasa perlu terus memperbarui wawasan dan referensi agar pembelajaran tidak hanya menyampaikan fakta sejarah, tetapi juga menumbuhkan pemahaman nilai. Buku ini sangat relevan untuk memperkuat pemahaman tentang peradaban Islam yang harmonis dan inklusif,” ujar Khuzaifah.
Peminjaman dilakukan di Perpustakaan MAN 2 Bantul yang dikelola secara profesional dan terbuka bagi seluruh civitas akademika. Prema, pegawai perpustakaan, menyambut baik pemanfaatan koleksi oleh guru. “Kami senang apabila guru aktif menggunakan perpustakaan. Buku Sejarah Peradaban Islam menjadi salah satu koleksi unggulan yang sering dijadikan referensi perangkat ajar,” tuturnya.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai langkah Khuzaifah sebagai wujud guru profesional yang terus belajar dan memperkaya diri dengan literatur ilmiah. “Moderasi beragama tidak cukup diajarkan secara teori, tetapi perlu hadir dalam keteladanan guru dan materi yang kaya perspektif. Upaya ini sangat mendukung pembelajaran SKI yang lebih kontekstual dan inspiratif,” ungkapnya.
Ia juga mendorong seluruh guru untuk menjadikan perpustakaan sebagai mitra dalam mengembangkan budaya literasi dan pembelajaran kritis di madrasah.
Melalui pemanfaatan sumber bacaan yang kredibel, Khuzaifah menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama dapat dimulai dari hal sederhana: membaca, memahami, dan mengaitkannya dengan realitas kehidupan. Pembelajaran SKI pun diharapkan tidak hanya menghadirkan kejayaan masa lalu, tetapi menjadi inspirasi dalam membangun peradaban yang damai dan berkeadaban di masa kini.






