Bantul — MAN 2 Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif bagi guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Januari 2026, bertempat di Aula MAN 2 Bantul, dengan diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan MAN 2 Bantul.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital warga madrasah, khususnya dalam bidang komunikasi dan publikasi. Di tengah pesatnya arus informasi digital, madrasah dituntut tidak hanya mampu melaksanakan program pendidikan dengan baik, tetapi juga mampu menyampaikan berbagai kegiatan dan capaian secara efektif, edukatif, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan keterampilan digital, termasuk pembuatan konten, menjadi kebutuhan penting bagi guru dan tenaga kependidikan di era saat ini.
“Madrasah harus melek digital. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran dan layanan administrasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi positif tentang madrasah kepada publik. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri warga madrasah dalam menghasilkan konten yang berkualitas,” ujar Fitria Endang Susana. Ia juga menekankan bahwa konten yang dibuat harus mencerminkan nilai-nilai pendidikan, etika, dan karakter madrasah. Literasi digital yang baik akan membantu warga madrasah dalam memilah informasi, menyusun pesan yang tepat, serta menjaga integritas lembaga melalui publikasi yang akurat.
Pelatihan menghadirkan Janik Munandari sebagai narasumber. Dalam sesi materi, Janik menyampaikan berbagai strategi pembuatan konten kreatif yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah. Materi yang disampaikan meliputi perencanaan ide konten, penyusunan narasi singkat dan informatif, serta teknik dasar pengambilan foto dan video menggunakan perangkat sederhana.
Menurut Janik, kreativitas dalam pembuatan konten tidak selalu bergantung pada peralatan canggih, melainkan pada kejelasan pesan dan kekuatan cerita yang ingin disampaikan. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan aktivitas sehari-hari di madrasah sebagai sumber konten yang autentik dan bernilai edukatif.
“Setiap aktivitas di madrasah memiliki potensi menjadi konten yang menarik dan mendidik. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengemasnya dengan sudut pandang yang tepat dan bahasa yang mudah dipahami,” jelas Janik Munandari.
Pelaksanaan pelatihan ini didampingi oleh Tim Humas MAN 2 Bantul, yang selama ini berperan aktif dalam pengelolaan publikasi madrasah. Tim humas yang terlibat dalam pendampingan kegiatan ini antara lain Nurhayati, Ken Ayu Kartikaningrum, Menara Lintang Was, Irani Trisnanda, dan Wahyu Nur. Tim humas memberikan pendampingan teknis sekaligus berbagi pengalaman praktis dalam mengelola konten dan dokumentasi kegiatan.
Pendampingan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam mendukung publikasi madrasah. Guru dan tenaga kependidikan didorong untuk berkolaborasi dengan tim humas dalam menyampaikan informasi yang positif dan inspiratif.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi interaktif terjadi saat membahas contoh konten madrasah, teknik penulisan narasi, serta pentingnya menjaga etika dan akurasi dalam publikasi digital. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran warga madrasah akan pentingnya peran komunikasi publik di era digital.

Melalui pelatihan ini, MAN 2 Bantul berharap terbangun budaya kerja yang melek digital dan kolaboratif. Publikasi madrasah tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga media edukasi dan inspirasi bagi masyarakat luas.
Pelatihan pembuatan konten kreatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MAN 2 Bantul dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Dengan penguatan literasi digital, madrasah optimistis mampu terus beradaptasi, berinovasi, dan memberikan layanan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.






