TELIKSANDI
NEWS TICKER

MAN 2 Bantul Kedepankan Mediasi Humanis dalam Selesaikan Perselisihan Siswa

Selasa, 31 Maret 2026 | 9:10 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 50

BANTUL – Sebagai upaya menjaga harmonisasi dan kenyamanan lingkungan belajar, MAN 2 Bantul melakukan pendampingan intensif bagi sejumlah siswa yang terlibat dalam perselisihan antarteman. Kegiatan mediasi ini dilaksanakan pada Selasa (17/03/2026) dengan melibatkan sinergi antara guru Bimbingan Konseling (BK), bagian Kesiswaan, serta wali kelas terkait. Bertempat di ruang mediasi madrasah, pendampingan ini dilakukan dengan pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Fokus utama dari pertemuan ini bukan untuk mencari siapa yang salah atau benar secara sepihak, melainkan untuk membuka ruang dialog guna meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara para siswa.

Kerja sama antara guru BK, Kesiswaan, dan wali kelas memastikan bahwa setiap permasalahan siswa tertangani secara komprehensif. Wali kelas memberikan perspektif kedekatan personal, Kesiswaan menjaga koridor tata tertib, sementara guru BK memberikan sentuhan psikologis agar solusi yang dihasilkan bersifat permanen dan tidak meninggalkan dendam di kemudian hari.

Muslimah, S.Pd., selaku Guru BK yang mendampingi proses tersebut, menjelaskan bahwa perselisihan di kalangan remaja adalah hal yang dinamis, namun harus segera diarahkan agar tidak berdampak pada proses akademik. “Kami mengedepankan prinsip win-win solution. Tujuan kami adalah memulihkan hubungan (restitusi). Kami ingin siswa menyadari bahwa perbedaan pendapat adalah hal biasa, namun cara menyikapinya harus tetap dengan kepala dingin dan akhlakul karimah. Di madrasah ini, kami menganggap mereka semua adalah keluarga,” ujar Muslimah, S.Pd.

Proses mediasi ini membuahkan hasil yang positif. Para siswa yang berselisih sepakat untuk saling memaafkan dan mengakhiri ketegangan. Cahya, salah satu siswa yang terlibat dalam pendampingan tersebut, mengaku lega setelah mengikuti sesi mediasi yang dipandu oleh para guru. “Awalnya saya merasa tegang dan emosi, tapi setelah diajak mengobrol santai oleh Bapak dan Ibu Guru, perasaan saya jadi lebih tenang. Saya menyadari ada salah paham yang sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik. Terima kasih kepada guru BK dan wali kelas yang sudah membantu kami berdamai tanpa rasa canggung lagi,” ungkap Cahya.

Langkah responsif yang diambil oleh MAN 2 Bantul ini menunjukkan komitmen madrasah dalam menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan bebas dari perundungan maupun konflik berkepanjangan. Dengan tertanganinya perselisihan ini, diharapkan seluruh siswa dapat kembali fokus pada prestasi akademik dan pengembangan karakter di madrasah. (krl)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID