TELIKSANDI
NEWS TICKER

“Menjemput Masa Depan NU dari Bangku Sekolah, PC IPNU & IPPNU Boyolali Perkuat Kaderisasi”

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 2:31 am
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 10

BOYOLALI — Semangat memperkuat kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama terus digelorakan Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Boyolali melalui kegiatan TRADISI (Training of Trainer, Diklat Pembina Komisariat, dan Pelatihan Admin SIPADU).

Kegiatan yang digelar di SMK Karya Nugraha Boyolali, Sabtu (1/8/2026), tersebut menjadi ruang konsolidasi dan penguatan kapasitas bagi pembina serta penggerak komisariat IPNU-IPPNU di lingkungan satuan pendidikan.

Pembukaan TRADISI turut dihadiri Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Boyolali Kyai Subekan, S.Sos., Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Boyolali, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Boyolali Dr. Eko Sumadi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMK Karya Nugraha Boyolali, serta jajaran badan otonom Nahdlatul Ulama dan tamu undangan lainnya.

Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa kaderisasi pelajar bukanlah tanggung jawab satu pihak. Penguatan generasi muda membutuhkan kolaborasi antara organisasi, satuan pendidikan, keluarga besar Nahdlatul Ulama, kepolisian, serta berbagai unsur masyarakat.

Ketua PC IPNU Kabupaten Boyolali, Landung Azbarkati atau yang akrab di panggil Cak Andong, dalam sambutannya menegaskan bahwa TRADISI tidak sekadar menjadi agenda pelatihan, tetapi merupakan langkah untuk membangun ekosistem kaderisasi yang lebih kuat sejak dari sekolah.

“Kami ingin mengubah cara pandang terhadap komisariat. Komisariat bukan sekadar tempat berkumpulnya pelajar NU, tetapi harus menjadi ruang pertama untuk belajar memimpin, berorganisasi, berkhidmah, dan mengenal nilai-nilai Nahdlatul Ulama.”

Menurut Cak Andong, penguatan komisariat menjadi penting karena sekolah merupakan ruang strategis untuk menyiapkan kader sejak dini.

“Kalau kita ingin kaderisasi IPNU-IPPNU kuat, maka fondasinya harus diperkuat dari sekolah. Kita tidak cukup hanya mencetak kader yang aktif hari ini, tetapi harus menyiapkan generasi yang mampu melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama di masa depan.”

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si. memberikan perhatian terhadap pentingnya pembentukan karakter pelajar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.

Dalam sambutannya, Kapolres menekankan bahwa pendidikan dan organisasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran terhadap aturan dan hukum harus dibangun sejak usia pelajar.”

Kapolres juga mendorong pelajar agar mampu menggunakan perkembangan teknologi dan media sosial secara bijaksana serta tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang dapat merugikan masa depan mereka.

“Gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif. Jadikan organisasi sebagai ruang untuk belajar, mengembangkan potensi, membangun relasi, dan membentuk karakter yang baik.”

Dari keluarga besar Nahdlatul Ulama, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Boyolali, Kyai Subekan, S.Sos., menyampaikan apresiasi terhadap langkah PC IPNU dan IPPNU dalam memperkuat kaderisasi berbasis sekolah.

“Kaderisasi adalah investasi organisasi. Apa yang kita tanam hari ini akan menentukan seperti apa wajah Nahdlatul Ulama di masa yang akan datang.”

Kyai Subekan juga menekankan bahwa kader NU tidak cukup hanya memiliki kemampuan berorganisasi, tetapi harus memiliki akhlak, kapasitas, dan komitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Kita ingin kader yang tidak hanya pintar berbicara dan berorganisasi, tetapi juga memiliki akhlak, memiliki kapasitas, dan mampu membawa nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.”

Kegiatan TRADISI menjadi momentum memperkuat hubungan antara organisasi pelajar dengan satuan pendidikan di bawah ekosistem pendidikan Nahdlatul Ulama.

Kehadiran Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Boyolali, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Boyolali, dan Kepala SMK Karya Nugraha Boyolali menjadi bagian penting dari semangat tersebut. Sekolah tidak hanya diposisikan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, tetapi sebagai ruang strategis bagi tumbuhnya kaderisasi pelajar NU.

Melalui forum ini, PC IPNU dan IPPNU Boyolali mendorong adanya kesamaan persepsi mengenai penguatan komisariat, peran pembina, pelaksanaan kaderisasi, serta tata kelola administrasi organisasi melalui SIPADU.

TRADISI menjadi titik temu berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap masa depan pelajar. Organisasi, sekolah, LP Ma’arif, badan otonom NU, hingga kepolisian hadir dalam satu ruang untuk membicarakan hal yang sama: bagaimana menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berkapasitas, dan memiliki arah masa depan.

PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Boyolali berharap forum tersebut menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dalam memperkuat komisariat di seluruh satuan pendidikan.

Sebab, kaderisasi yang kuat tidak lahir secara instan. Ia dimulai dari sekolah, tumbuh melalui organisasi, dibimbing oleh para pembina, dan dipersiapkan untuk melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama.

 

Redaksi : Cak Andong

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID