BANTUL – Sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dan relevansi pembelajaran, MAN 2 Bantul menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) untuk menyambut Tahun Ajaran 2026-2027. Kegiatan yang berlangsung khidmat di aula madrasah ini menghadirkan narasumber pakar, Anita Isdarmini, M.Pd., selaku Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY.
Review kurikulum ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, tenaga pendidik, dan komite madrasah. Agenda ini bertujuan untuk membedah kembali kerangka pembelajaran yang selama ini diterapkan, sekaligus melakukan adaptasi terhadap kebijakan pendidikan terbaru serta kebutuhan peserta didik di era digital yang dinamis.
Dalam paparannya, Anita Isdarmini menekankan bahwa kurikulum operasional bukan sekadar dokumen administratif, melainkan “ruh” dari seluruh aktivitas di madrasah. Ia menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas dalam kurikulum agar madrasah mampu merespons tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur moderasi beragama.
“Kurikulum Operasional Madrasah untuk tahun 2026-2027 harus lebih berorientasi pada pengembangan potensi unik setiap siswa. Kita tidak bisa lagi menyeragamkan kemampuan anak, namun kita harus memfasilitasi keberagaman bakat tersebut melalui struktur kurikulum yang adaptif,” jelas Anita di hadapan para guru.
Beliau juga memuji langkah MAN 2 Bantul yang secara konsisten melakukan evaluasi dini sebelum tahun ajaran baru dimulai. Menurutnya, kesiapan kurikulum yang matang di tingkat madrasah akan berdampak langsung pada efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) dan pencapaian prestasi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Kegiatan review ini juga membahas mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran dan penguatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA). Anita Isdarmini mendorong para guru untuk menciptakan modul ajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan mampu memicu daya kritis siswa.

“MAN 2 Bantul memiliki potensi besar dengan berbagai organisasi kesiswaan yang aktif seperti ROHIS dan OSIS. Kurikulum operasional yang baru harus mampu menyinergikan kegiatan intrakurikuler dengan ekstrakurikuler, sehingga pembentukan karakter siswa berjalan beriringan dengan penguasaan materi pelajaran,” tambahnya.
Selama sesi diskusi, para guru aktif memberikan masukan terkait kendala teknis di lapangan. Anita menanggapi dengan memberikan solusi praktis mengenai penyusunan instrumen penilaian yang lebih autentik dan bermakna bagi perkembangan peserta didik.
Kepala MAN 2 Bantul dalam sambutannya menyampaikan bahwa hasil dari review bersama Kanwil Kemenag DIY ini akan menjadi dasar utama dalam penyusunan draf final KOM 2026-2027. Pihak madrasah berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam literasi dan numerasi, tetapi juga kuat dalam penanaman akhlakul karimah.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi sinkronisasi draf kurikulum yang dipandu langsung oleh tim pengembang kurikulum madrasah dengan supervisi dari narasumber. Dengan dilaksanakannya review ini, MAN 2 Bantul optimistis dapat memulai tahun ajaran baru dengan kesiapan penuh, memberikan layanan pendidikan terbaik, dan mencetak lulusan yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
“Review ini adalah komitmen kita untuk tidak pernah berhenti belajar dan memperbaiki diri demi masa depan anak-anak bangsa,” pungkas Kepala Madrasah menutup acara.






