Bantul – MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui penyelenggaraan workshop bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pengembangan Media Pembelajaran”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 26 November 2025 di aula madrasah dan menghadirkan narasumber dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Fanani Arief Ghozali, M.Pd. dan Adhy Kurnia Triatmaja, M.Pd., yang dikenal aktif dalam penelitian serta pelatihan teknologi pendidikan.
Workshop ini diikuti oleh para guru dari berbagai mata pelajaran. Mereka diajak untuk memahami perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta bagaimana teknologi tersebut dapat membantu menciptakan media pembelajaran yang lebih interaktif, efisien, dan sesuai karakteristik peserta didik. Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala MAN 2 Bantul bidang Kurikulum, Fitria Endang S, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa guru perlu terus beradaptasi dengan inovasi digital demi menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman serta menumbuhkan antusias siswa untuk mengikuti pembelajaran.
Narasumber Adhy Kurnia Triatmaja, memaparkan berbagai konsep dasar AI, tren penggunaannya di dunia pendidikan, hingga praktik membuat media pembelajaran berbasis AI. Peserta diperkenalkan pada berbagai platform, mulai dari pembuatan presentasi otomatis, desain visual pembelajaran, pembuatan video interaktif, hingga pemanfaatan AI untuk analisis hasil belajar. Guru juga diajak mencoba langsung dengan join game sederhana untuk pembelajaran (gimkit) dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
Suasana workshop berlangsung aktif dan antusias. Para guru tampak terlibat dalam simulasi game, bertanya mengenai strategi integrasi AI yang tepat untuk materi pelajaran masing-masing, serta berbagi pengalaman tentang tantangan penggunaan teknologi. Narasumber menekankan bahwa AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang memperkaya kreativitas dan efektivitas pembelajaran.

Narasumber kedua Fanani Arief Ghozali lebih memfokuskan materi terkait dengan perangkat pembelajaran seperti modul ajar, ice breaking dan lainya. Dijelaskan juga tentang penggunakan AI dengan prompt yang tepat.
Pada akhir kegiatan, peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang diberikan karena dinilai sangat aplikatif dan membuka wawasan baru tentang pemanfaatan teknologi. Pihak madrasah berharap workshop ini menjadi langkah awal penguatan kompetensi digital guru serta mendorong terciptanya inovasi pembelajaran yang lebih menarik dan adaptif.

Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bantul menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan pembelajaran yang modern, kreatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi, terutama di era di mana literasi digital menjadi kebutuhan utama bagi pendidik maupun peserta didik.






