TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA BUDAYA TIONGHOA- MINAHASA, PENGAMANAN CAP GO MEH
TELIKSANDI.ID/ -MANADO. Cap gomeh adalah budaya Etnis tionghoa- minahasa di manado sudah rutin di laksanakan di manado setiap tahunnya, cap go meh sudah ada sejak dulu kala di tahun 1819 di tanah wenang, cap go meh di warnai dgn bermacam- macam pertunjukan yg mana kala setiap budaya di manado telah di gabungkan karena manado adalah kota berbudaya toleransi yg tinggi seperti yg di katakan oleh seorang pengusaha (Hengky Wijaya), mensyukuri meski perayaan cap gomeh di tahun ini tdk meriah di tahun yg lalu namun kota manado sampai saat ini tetap aman dan damai. Begitu juga di katakan oleh walikota manado ( G.S. Vicky Lumentut) bahwa manado aman dari virus corona atau zero corona. Perayaan cap go meh berlangsung sabtu 8/2/2020 di depan klenteng Ban Hin Kiong yg merupakan klenteng tertua sejak tahun 1819, cap go meh masuk dalam kalender Of Event kota manado sebagai Aset seni dan budaya di kota manado dalam bidang pariwisata. Setiap perayaanya banyak di tunggu dan di minati wisatawan manca negara dan lokal karena di nilai memiliki contoh budaya yg bertoleransi. Banyak suku, agama, ras, dan budaya yg terus menjaga kerukunan yg telah ada sejak dulu kala. Di samping kegiatan cap gomeh berlangsung sembari di jaga ketat oleh aparat keamanan dari unsur kepolisian, TNI, organisasi masyarakat. Dalam pengamanan aparat kepolusian mengerahkan personil dari polda sulut, polresta manado hingga polsek wenang setempat. Personil dalam apel siaga pengamanan cap go meh dipimpin oleh Kompol Paulus Palamba sebagai Kabag Ops polresta manado, personil yg di libatkan dari polda 50 polres dan polsek 75 sisanya dari polsek wenang yg di pimpin oleh Kompol Dany Nering S.sos. Sehingga kegiatan acara budaya cap go meh berjalan dgn lancar dan aman, meskipun ada 6 klenteng 6 tangsi yg keluar untuk atraksi. Tangsi dalam kalangan warga manado sering di katakan sebagai Encepia dalam perayaan ritual cap go meh 2571. Telik sandi manado. (Michael Rusly.)






