Cilegon | TELIKSANDI.id – Umat Islam di seluruh dunia menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah pada Kamis (26/6/2025) dengan penuh suka cita. Di Indonesia, momen ini dimaknai bukan sekadar perayaan, melainkan sebagai kesempatan untuk bersyukur, bermuhasabah, dan memperbaiki diri.
Hal ini juga disampaikan oleh drg. Rully Kusumawardhany. Ia mengajak umat Muslim menjadikan Tahun Baru Islam sebagai awal hijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermakna.
“1 Muharram adalah momen hijrah, meneladani semangat Nabi Muhammad SAW dalam memperbaiki keadaan. Semoga semangat hijrah beliau menginspirasi setiap langkah kita di tahun ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tahun baru Islam bukan hanya pergantian kalender, tetapi momentum untuk menguatkan iman, memperbanyak doa dan amal saleh.
“Mari jadikan tahun ini penuh cinta, doa, dan kebaikan. Awali dengan membuka lembaran baru yang bersih dan penuh harapan. Semoga cahaya 1 Muharram menerangi hati dan hidup kita sepanjang masa,” tambahnya.
Dalam pandangan drg. Rully, baik tahun baru Hijriah maupun Masehi sama-sama bisa dijadikan sebagai momen bersyukur atas nikmat Allah SWT dan memperbarui tekad untuk hidup lebih baik.
Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36, yang menjelaskan tentang hitungan bulan dalam Islam:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan-bulan) itu…” (QS. At-Taubah: 36)
Keempat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, yang dimuliakan dan diharamkan untuk melakukan peperangan kecuali dalam kondisi darurat.
Sebagai bentuk amalan spiritual dalam menyambut tahun baru Islam, umat Muslim dianjurkan membaca doa akhir tahun sebelum Maghrib dan doa awal tahun setelah Maghrib di malam 1 Muharram.
Doa Akhir Tahun
(Dibaca sebelum Maghrib pada 30 Dzulhijjah)
Teks Arab:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَنِّي بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى، وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya:
Ya Allah, apa pun yang telah aku perbuat di tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang namun aku belum bertobat darinya, padahal Engkau tidak meridhainya dan aku telah melupakannya tetapi Engkau tidak lupa, dan Engkau masih bersabar atas diriku padahal Engkau berkuasa untuk menyiksaku, dan Engkau memanggilku kepada tobat setelah aku berani bermaksiat kepada-Mu—aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Atas segala amal baik yang telah aku lakukan yang Engkau ridhai dan yang Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon agar Engkau menerimanya dariku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.
Doa Awal Tahun
(Dibaca setelah Maghrib pada malam 1 Muharram)
Teks Arab:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرَمِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya:
Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang Abadi, Qadim, dan Awal. Hanya kepada-Mu, dengan karunia dan kemurahan-Mu yang agung, kami menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang, maka kami memohon perlindungan dari godaan setan dan para pengikutnya, dan pertolongan untuk mengendalikan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan. Jadikanlah kami sibuk dengan amalan yang mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.
(Redaksi/L30)






