TELIKSANDI
NEWS TICKER

Bentengi Generasi Z dari Jeratan Digital, Bank Mandiri Gelar Sosialisasi Anti-Pinjol di MAN 2 Bantul

Kamis, 8 Januari 2026 | 1:03 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 158

BANTUL (MAN 2 Bantul) – Di tengah pesatnya digitalisasi keuangan yang sering kali menjadi pisau bermata dua bagi generasi muda, Bank Mandiri mengambil langkah preventif dengan menyelenggarakan edukasi literasi keuangan. Pada Senin, 5 Januari 2026, Bank Mandiri secara khusus menggelar sosialisasi bertajuk “Cerdas Mengelola Keuangan di Era Digital: Katakan Tidak pada Pinjol Ilegal” yang bertempat di kelas masing- masing.  Kegiatan ini menyasar seluruh siswa kelas XII sebagai audiens utama.

Pemilihan sasaran ini bukan tanpa alasan; para siswa kelas akhir tersebut dianggap sebagai kelompok usia produktif yang akan segera mendapatkan akses penuh ke identitas kependudukan (KTP) dan layanan keuangan mandiri saat memasuki dunia perkuliahan atau kerja. Hal ini menjadikan mereka target empuk bagi perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap menawarkan kemudahan syarat tanpa memikirkan risiko jangka panjang.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dibuka dengan paparan mengenai tren fintech di Indonesia. Tim edukasi dari Bank Mandiri menjelaskan secara mendalam tentang perbedaan mendasar antara pinjaman legal yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan pinjol ilegal yang bersifat predator. “Kami melihat fenomena di mana banyak anak muda terjebak ‘gaya hidup yang melampaui kemampuan’ karena termakan iklan di media sosial. Melalui sosialisasi di MAN 2 Bantul ini, kami ingin membekali para siswa dengan pemahaman bahwa pinjol ilegal bukanlah solusi, melainkan awal dari masalah besar,” ujar Nurul perwakilan Bank Mandiri Cabang Bantul. 

Dalam sesi materi yang berlangsung selama satu jam tersebut, para siswa diberikan simulasi nyata mengenai cara kerja bunga berbunga yang diterapkan pinjol ilegal. Selain itu, mereka diajarkan cara mengecek status sebuah aplikasi keuangan melalui kanal resmi OJK. Sosialisasi ini juga menyoroti bahaya kebocoran data pribadi yang sering kali terjadi ketika seseorang memberikan izin akses kontak pada aplikasi pinjol bodong.

Para siswa kelas XII MAN 2 Bantul tampak antusias mengikuti jalannya acara. Diskusi menjadi semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka, di mana beberapa siswa menanyakan tentang cara mengamankan data pribadi dan bagaimana cara menolak tawaran pinjaman yang masuk melalui pesan singkat (SMS) atau WhatsApp.

Kepala Sekolah MAN 2 Bantul Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Mandiri atas inisiatif ini. Menurutnya, literasi keuangan adalah “ilmu kehidupan” yang sangat dibutuhkan siswa di luar kurikulum akademik. “Anak-anak kami berada di usia transisi. Tanpa pendampingan seperti ini, mereka bisa saja tergiur pinjaman instan hanya untuk mengikuti tren atau membeli gadget baru. Kami ingin lulusan MAN 2 Bantul tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga bijak dalam mengelola uang,” ungkapnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini pada awal Januari 2026, diharapkan para siswa kelas XII memiliki fondasi mental yang kuat dalam menghadapi godaan pinjol sebelum mereka lulus di pertengahan tahun nanti. Sosialisasi ini diakhiri dengan pembuatan akun livin masing- masing siswa. (SS)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID