BANTUL – Senin, 5 Januari 2025 menjadi momentum penting bagi keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul. Bertempat di Masjid At Ta’awun kompleks madrasah, pihak sekolah menyelenggarakan rangkaian kegiatan strategis bagi orang tua dan wali siswa kelas XII. Agenda ini mengintegrasikan tiga aspek utama: penguatan pola asuh (parenting), kewaspadaan finansial terhadap pinjaman online (pinjol), serta pelaporan hasil belajar melalui pembagian Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh orang tua wali murid yang nampak antusias mengikuti setiap sesi. Kombinasi agenda ini sengaja dirancang untuk membekali orang tua dalam mendampingi putra-putri mereka yang kini berada di gerbang kelulusan.
Sesi utama yang paling dinanti adalah pemaparan materi parenting yang disampaikan oleh pakar psikologi dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Jatu Anggraeni, M.Psi., Psikolog. Dalam pemaparannya, Jatu menekankan pentingnya peran orang tua sebagai “jangkar” emosional bagi siswa kelas XII yang tengah menghadapi tekanan akademik dan kebingungan menentukan masa depan.
“Siswa kelas XII berada pada fase transisi yang krusial. Mereka tidak hanya butuh dukungan finansial untuk kuliah atau kerja, tetapi butuh validasi emosional dari rumah. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak adalah kunci agar mereka tidak mencari pelarian ke hal-hal negatif,” papar Jatu di hadapan ratusan wali murid.
Ia juga menyoroti fenomena kesehatan mental di kalangan remaja saat ini. Menurutnya, pemahaman orang tua mengenai gaya belajar dan minat bakat anak sangat menentukan keberhasilan mereka pasca-madrasah. Diskusi interaktif terjadi saat beberapa orang tua mengonsultasikan tantangan mendisiplinkan anak tanpa harus merusak hubungan batin di era digital yang serba terbuka ini.
Bersamaan dengan sesi parenting, Madrasah mengadakan sosialisasi anti pinjol yang diberikan kepada siswa kelas XII di kelas masing-masing bersama pihak perbankan. “Kami ingin memastikan bahwa siswa MAN 2 Bantul memiliki literasi keuangan yang sehat. Jangan sampai masa depannya terganggu karena keluarga terjebak dalam lingkaran setan pinjol ilegal,” tegas Kepala MAN 2 Bantul Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag. M.M disela-sela acara.
Sebagai bagian dari aspek administratif dan akademik, kegiatan ini ditutup dengan pembagian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Hasil tes ini menjadi instrumen penting bagi orang tua untuk melihat sejauh mana kesiapan akademik anak-anak malanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP sebagai validasi nilai rapor. Pembagian TKA dilakukan secara tertib, di mana orang tua mendapatkan penjelasan detail mengenai nilai-nilai yang dicapai siswa dengan melihat keterangan dibawah nilai yang menunjukkan ketercapaiannya.
Kepala MAN 2 Bantul menyatakan bahwa penggabungan kegiatan parenting, dan pembagian TKA dalam satu hari di Masjid At Ta’awun ini adalah bentuk efisiensi sekaligus penguatan silaturahmi. Masjid dipilih sebagai lokasi agar suasana pertemuan terasa lebih religius, sejuk, dan penuh kekeluargaan.
“Masjid At Ta’awun bukan sekadar tempat ibadah, tapi pusat peradaban dan edukasi. Hari ini kita bicara tentang masa depan anak dari sisi psikologi, finansial, dan akademik. Harapannya, orang tua pulang membawa pemahaman yang utuh untuk mendukung kesuksesan anak-anak kita,” ujarnya.

Kegiatan berakhir pada tengah hari dengan sesi doa Bersama. Melalui program kolaboratif ini, MAN 2 Bantul membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan pendidikan yang holistik, yang tidak hanya menyentuh aspek kognitif siswa, tetapi juga membangun ekosistem pendukung yang kuat dari sisi keluarga.






