TELIKSANDI
NEWS TICKER

Konsistensi Kader Adiwiyata MAN 2 Bantul Perkuat Penghijauan, Penanaman Bibit Pohon Berlanjut di Lingkungan Bawaslu

Kamis, 23 April 2026 | 2:24 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 28

BANTUL – Komitmen pelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Kader Adiwiyata MAN 2 Bantul periode 2025/2026 melalui aksi nyata penanaman bibit pohon di berbagai titik strategis. Salah satu kegiatan terbaru dilaksanakan di lingkungan Kantor Bawaslu Bantul, yang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperluas ruang hijau di wilayah perkotaan.

Kegiatan penanaman ini melibatkan berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai ekologis dan estetika, di antaranya tabebuya, pucuk merah, sirsat, dan pete. Pemilihan jenis tanaman tersebut didasarkan pada pertimbangan daya adaptasi terhadap lingkungan serta manfaat jangka panjang dalam mendukung keseimbangan ekosistem.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi oleh R. Hardi Santoso selaku Steering Committee Kader Adiwiyata. Pendampingan ini memastikan bahwa proses penanaman dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip penghijauan yang tepat, mulai dari teknik penanaman hingga perawatan awal tanaman.

Kepala MAN 2 Bantul, Hj Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa keberlanjutan program Adiwiyata menjadi prioritas dalam penguatan karakter peduli lingkungan di kalangan peserta didik. Kegiatan penanaman pohon tidak hanya dipandang sebagai aktivitas simbolik, tetapi sebagai langkah konkret dalam membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan.

Penanaman bibit tabebuya menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini. Tanaman yang dikenal dengan keindahan bunganya tersebut diharapkan mampu memberikan nilai estetika pada lingkungan Kantor Bawaslu Bantul di masa mendatang. Sementara itu, pucuk merah berfungsi sebagai tanaman penghijauan yang mampu memperbaiki kualitas udara serta memberikan kesan asri pada kawasan perkantoran.

Jenis tanaman produktif seperti sirsat dan pete juga turut ditanam sebagai bagian dari upaya diversifikasi vegetasi. Selain memberikan manfaat ekologis, tanaman ini memiliki potensi nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Pendekatan ini menunjukkan bahwa program penghijauan tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan kebermanfaatan yang lebih luas.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kader Adiwiyata ini merupakan bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang telah dirancang secara sistematis. Setiap tahap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan program.

Lingkungan Kantor Bawaslu Bantul dipilih sebagai lokasi penanaman karena memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang hijau yang representatif. Kehadiran vegetasi di kawasan perkantoran diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman serta mendukung produktivitas kerja.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung bagi kader Adiwiyata dalam memahami pentingnya pelestarian lingkungan. Proses penanaman dan perawatan tanaman memberikan pengalaman praktis yang tidak diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas. Nilai-nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan ini.

Peran pendamping dalam kegiatan ini menjadi sangat penting dalam memastikan bahwa setiap tahapan dilakukan dengan benar. Pendampingan yang diberikan oleh Steering Committee tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memberikan arahan terkait pentingnya menjaga konsistensi dalam menjalankan program lingkungan.

Kegiatan ini juga mencerminkan adanya sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah dalam mendukung program penghijauan. Kolaborasi ini menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas dampak program Adiwiyata, sehingga tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga menjangkau ruang publik yang lebih luas.

Lebih jauh, aksi penanaman ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda. Keterlibatan kader Adiwiyata menunjukkan bahwa siswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Evaluasi terhadap kegiatan ini akan terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program. Perawatan tanaman menjadi fokus utama setelah proses penanaman, mengingat keberhasilan penghijauan sangat bergantung pada tahap pemeliharaan. Komitmen untuk terus merawat tanaman yang telah ditanam menjadi indikator keseriusan dalam menjalankan program ini.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini menjadi contoh nyata implementasi pendidikan berbasis lingkungan yang aplikatif. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan terus dilaksanakannya kegiatan penanaman pohon secara konsisten, Kader Adiwiyata MAN 2 Bantul menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelestarian lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kualitas lingkungan di wilayah Bantul. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID