TELIKSANDI
NEWS TICKER

Jagongan Literasi DIY: AI Dorong Perpustakaan Jadi Lebih Inklusif dan Berdampak

Kamis, 30 April 2026 | 10:12 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 20

Bantul – Upaya meningkatkan peran perpustakaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat terus dilakukan melalui berbagai forum literasi. Salah satunya melalui kegiatan “Jagongan Literasi dan Perpustakaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan” yang mengangkat tema “Inovasi AI dalam Mewujudkan Perpustakaan yang Berdampak, Inklusif, dan Humanis.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 13 April 2026 oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.

Acara ini menghadirkan berbagai tokoh dan pakar di bidang perpustakaan serta teknologi informasi. Sebagai keynote speaker, Syam Arjayanti selaku Kepala DPAD DIY menyampaikan pentingnya transformasi perpustakaan di era digital. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Perpustakaan harus hadir sebagai ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan AI dapat membantu meningkatkan layanan, memperluas akses informasi, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal dan inklusif,” ujarnya.

Diskusi semakin menarik dengan kehadiran para narasumber kompeten, yakni Ari Nugraha, dosen Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB Universitas Indonesia, serta Labibah Zain, dosen Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Keduanya membahas secara mendalam tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan perpustakaan modern.

Ari Nugraha menjelaskan bahwa teknologi AI dapat digunakan untuk mengelola data koleksi, memberikan rekomendasi buku secara otomatis, serta membantu pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan akurat. Sementara itu, Labibah Zain menekankan pentingnya menjaga nilai humanis dalam penerapan teknologi, sehingga perpustakaan tetap menjadi ruang yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Risty Prasetyawati Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) DIY, yang memandu jalannya diskusi secara interaktif. Sementara itu, acara dipandu oleh MC Isnianwati Prayitno, pustakawan STIKES Panti Rapih, yang menghadirkan suasana hangat dan komunikatif.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa inovasi teknologi harus diiringi dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan manusia. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

Jagongan Literasi ini juga menjadi wadah kolaborasi antar pemangku kepentingan di bidang literasi dan perpustakaan. Diskusi yang berlangsung membuka wawasan baru tentang pentingnya sinergi antara teknologi, kebijakan, dan sumber daya manusia dalam membangun ekosistem literasi yang kuat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, DPAD DIY berharap perpustakaan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat terus berkembang menjadi institusi yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Transformasi menuju perpustakaan berbasis teknologi yang inklusif dan humanis menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan di era digital.

Kegiatan ini pun mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pustakawan, akademisi, hingga praktisi pendidikan. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat diimplementasikan dalam pengelolaan perpustakaan di masing-masing institusi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui literasi. (khz)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID