TELIKSANDI
NEWS TICKER

Jaga Citra Madrasah, Guru MAN 2 Bantul Ikuti Pelatihan “Cerdas Kelola Isu”

Kamis, 30 April 2026 | 10:18 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 24

Bantul — Kemampuan mengelola isu dan informasi publik menjadi salah satu keterampilan penting di era digital, khususnya bagi tenaga pendidik yang juga berperan sebagai komunikator institusi. Hal ini mendorong guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MAN 2 Bantul, Khuzaifah, untuk mengikuti kegiatan Humas Level-Up bertajuk “Cerdas Kelola Isu” yang diselenggarakan melalui platform Pintar Kemenag pada Jumat, 10 April 2026, pukul 13.30 hingga 15.30 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman, Muhammad Rusydi Sani, yang menjabat sebagai Ketua Tim Dokumentasi, Peliputan, dan Manajemen Isu sekaligus Ketua IPRAHUMAS PC Kemenag terpilih. Dalam pemaparannya, ia mengulas secara komprehensif strategi mengelola isu secara cerdas, efektif, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurut Rusydi Sani, pengelolaan isu tidak hanya berkaitan dengan merespons informasi yang beredar, tetapi juga mencakup kemampuan membaca situasi, mengidentifikasi potensi risiko komunikasi, serta menyusun narasi yang tepat untuk menjaga citra institusi. Ia menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, dan keakuratan dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Di era digital, informasi menyebar sangat cepat. Jika tidak dikelola dengan baik, isu kecil dapat berkembang menjadi krisis besar. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang terencana dan berbasis data,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik dasar manajemen isu, mulai dari pemetaan isu, analisis sentimen publik, hingga langkah-langkah penanganan isu secara profesional. Materi ini sangat relevan bagi institusi pendidikan yang dituntut untuk transparan dan responsif terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.

Khuzaifah mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru tentang pentingnya peran humas dalam dunia pendidikan. Ia menyadari bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga citra positif madrasah melalui komunikasi yang baik. “Pelatihan ini membuka wawasan saya bahwa pengelolaan isu harus dilakukan secara bijak dan strategis. Informasi yang kita sampaikan harus akurat dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterampilan ini sangat penting dalam mendukung publikasi kegiatan madrasah, termasuk dalam penulisan berita, pengelolaan media sosial, serta komunikasi dengan masyarakat. Dengan pengelolaan isu yang baik, madrasah dapat membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.

Partisipasi Khuzaifah dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi di bidang kehumasan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kemajuan madrasah.

“Kami sangat mengapresiasi keaktifan guru dalam mengikuti kegiatan pengembangan diri, khususnya di bidang komunikasi dan kehumasan. Kemampuan mengelola isu sangat penting untuk menjaga citra positif madrasah di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan madrasah, terutama dalam pengelolaan informasi publik yang lebih profesional dan transparan.

Melalui kegiatan Humas Level-Up ini, Khuzaifah menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan tuntutan zaman. Penguasaan keterampilan komunikasi dan manajemen isu diharapkan mampu mendukung terciptanya madrasah yang informatif, terpercaya, dan berdaya saing di era digital. (khz)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID