BANTUL — Dalam rangka memotivasi dan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, guru dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul menghadiri acara pembinaan khusus yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ahmad Musyadad, S.Ag., M.S.I. Kegiatan pembinaan ini digelar di Aula MAN 1 Bantul dan diikuti dengan antusias oleh para peserta yang masuk dalam nominasi Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Tingkat Kabupaten Bantul.
Dalam arahannya, Kasi Dikmad Bantul, Ahmad Musyadad, memberikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya ajang penghargaan ini. Secara khusus, beliau menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kelompok Kerja Madrasah (K2M) Kabupaten Bantul yang telah bekerja keras menginisiasi dan menyelenggarakan seluruh rangkaian seleksi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada K2M yang telah memfasilitasi program ini dengan sangat baik, mulai dari tahap penyelenggaraan, proses penilaian, hingga puncaknya saat ini. Luar biasa karena tahun ini K2M mampu mengakomodasi kategori penghargaan paling banyak sepanjang sejarah pelaksanaannya,” ujar Ahmad Musyadad di hadapan para hadirin.
Beliau juga memberikan kredit khusus kepada tim juri yang dalam hal ini digawangi oleh para pengawas madrasah. Menurutnya, keterlibatan pengawas madrasah sebagai tim penilai menjamin objektivitas, profesionalitas, dan kredibilitas hasil seleksi, mengingat pengawas adalah pihak yang paling memahami rekam jejak dan dinamika performa para guru di lapangan.
Pelaksanaan Anugerah GTK Tingkat Kabupaten Bantul kali ini mencatatkan sejarah baru. Berdasarkan data panitia, ajang tahun ini sukses menyedot perhatian besar dengan jumlah peserta paling banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tercatat, pada salah satu kategori perlombaan yang paling ketat, jumlah peserta aktif bahkan mencapai 25 orang—sebuah angka yang sangat kompetitif untuk seleksi di tingkat kabupaten.
Ahmad Musyadad menegaskan bahwa tingginya partisipasi ini merupakan indikator yang sangat positif bagi dunia pendidikan di Bantul. “Banyaknya jumlah peserta ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari tingginya semangat berkompetisi secara sehat di kalangan guru. Ini adalah hal yang sangat positif untuk terus mendongkrak mutu dan kualitas pendidikan madrasah kita,” imbuhnya.
Kompetisi bergengsi tingkat Kabupaten Bantul ini dirancang secara inklusif untuk setiap jenjang pendidikan madrasah. Guna menjaring potensi terbaik secara spesifik, panitia membuka berbagai kategori penghargaan, antara lain:
- GTK Inovatif: Ditujukan bagi guru yang mampu menciptakan metode pembelajaran baru yang kreatif dan berbasis teknologi.
- GTK Dedikatif: Penghargaan bagi mereka yang menunjukkan pengabdian tanpa batas demi kemajuan madrasah.
- GTK Inspiratif: Guru yang mampu menjadi teladan serta penggerak bagi lingkungan sekitar.
- GTK Lintas Iman: Kategori khusus yang mengapresiasi peran aktif guru dalam menumbuhkan nilai-nilai moderasi beragama dan harmoni di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, pihak MAN 2 Bantul menyatakan tekadnya untuk menjadikan momentum pembinaan ini sebagai pelecut semangat. Keikutsertaan guru-guru MAN 2 Bantul dalam ajang ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai partisipan, namun mampu membawa pulang prestasi yang membanggakan sekaligus menularkan virus-virus kreatifitas sekembalinya mereka ke madrasah asal.

Acara pembinaan yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi interaktif antara Kasi Dikmad, tim juri pengawas, pengurus K2M, serta para guru peserta anugerah, yang membawa pulang semangat baru untuk bertransformasi demi masa depan madrasah yang lebih gemilang.






