TELIKSANDI
NEWS TICKER

Jumat Bertasbih Perdana Mei 2026, Kader Adiwiyata MAN 2 Bantul Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Kamis, 21 Mei 2026 | 1:22 pm
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 6

BANTUL – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat di lingkungan MAN 2 Bantul melalui berbagai program berbasis partisipasi warga madrasah. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah JUMAT BERTASBIH, sebuah gerakan bersama yang menjadi bagian dari penguatan budaya hidup bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Pada edisi Jumat pertama bulan Mei, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026, dengan melibatkan kader Adiwiyata bersama seluruh unsur warga madrasah.

JUMAT BERTASBIH telah menjadi agenda berkala yang dikembangkan sebagai bagian dari implementasi program sekolah berbudaya lingkungan. Melalui kegiatan ini, kader Adiwiyata berperan aktif dalam menggerakkan kepedulian terhadap kebersihan, pengelolaan lingkungan, serta penanaman karakter cinta alam di kalangan peserta didik. Pelaksanaan pada awal Mei 2026 berlangsung dengan antusias, menandai semangat baru dalam menjaga kawasan madrasah tetap hijau, tertata, dan nyaman sebagai ruang belajar.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan koordinasi kader Adiwiyata di sejumlah titik area madrasah. Fokus utama kegiatan mencakup pembersihan lingkungan kelas, halaman, taman, jalur pedestrian, serta area pendukung lainnya. Sampah organik dan anorganik dipilah sesuai jenisnya untuk mendukung praktik pengelolaan sampah berkelanjutan. Selain pembersihan, kader Adiwiyata juga melakukan pengecekan tanaman di area taman sekolah serta memastikan kebersihan saluran air tetap terjaga.

Kepala MAN 2 Bantul, Hj Nur Hasanah Rahmawati, S. Ag., M.M., menegaskan bahwa program JUMAT BERTASBIH merupakan salah satu langkah nyata dalam menanamkan pendidikan karakter berbasis lingkungan. Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kebersihan fisik kawasan madrasah, namun juga membentuk kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Kader Adiwiyata menjadi motor penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan pendampingan dari pembina program, para kader bertugas mengoordinasikan pembagian area kerja, mengarahkan teknis kegiatan, serta memastikan seluruh peserta menjalankan aktivitas sesuai prinsip kebersihan dan kelestarian lingkungan. Peran aktif kader menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan hidup di MAN 2 Bantul tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.

Pelaksanaan JUMAT BERTASBIH edisi Jumat pertama bulan Mei menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan budaya sekolah Adiwiyata. MAN 2 Bantul selama ini dikenal sebagai madrasah yang konsisten dalam pengembangan program ramah lingkungan. Berbagai inovasi dilakukan, mulai dari pengelolaan sampah berbasis pemilahan, pemanfaatan lahan hijau, penghematan energi, hingga penguatan literasi lingkungan melalui kegiatan terstruktur.

Suasana kebersamaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta terlibat aktif membersihkan area masing-masing dengan semangat gotong royong. Kegiatan yang sederhana namun sarat makna tersebut menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Lingkungan madrasah yang bersih dan tertata menjadi hasil langsung dari partisipasi seluruh warga sekolah.

Selain pembersihan lingkungan, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi peserta didik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Kader Adiwiyata mengajak peserta memahami dampak kebiasaan sehari-hari terhadap kondisi lingkungan. Kesadaran untuk mengurangi sampah plastik, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan area belajar menjadi pesan utama yang disampaikan selama kegiatan.

JUMAT BERTASBIH memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kegiatan bersih-bersih rutin. Program ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menekankan integrasi antara nilai religius dan kepedulian lingkungan. Nama “BERTASBIH” sendiri mencerminkan semangat menjaga alam sebagai bentuk syukur atas anugerah ciptaan Tuhan. Dengan demikian, kegiatan tersebut menghadirkan dimensi spiritual sekaligus ekologis dalam praktik pendidikan sehari-hari.

Pelaksanaan pada 8 Mei 2026 juga menjadi momentum penguatan kaderisasi program Adiwiyata. Para kader yang berasal dari kalangan peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui pengorganisasian kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan hidup sejak dini.

Lingkungan MAN 2 Bantul yang asri dan tertata selama ini menjadi salah satu daya tarik utama. Area taman yang terpelihara, jalur hijau yang rapi, serta kebersihan ruang kelas menjadi hasil dari komitmen bersama yang terus dijaga. Kegiatan JUMAT BERTASBIH memperkuat tradisi tersebut dan menjadi sarana evaluasi berkala terhadap pengelolaan lingkungan sekolah.

Kepedulian terhadap lingkungan juga sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk lulusan yang unggul, berkarakter, dan peduli terhadap masyarakat sekitar. Melalui kegiatan semacam ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman belajar formal di ruang kelas, tetapi juga belajar melalui praktik langsung mengenai tanggung jawab sosial dan ekologis.

Keberhasilan pelaksanaan JUMAT BERTASBIH edisi Jumat pertama Mei 2026 menunjukkan bahwa program Adiwiyata di MAN 2 Bantul berjalan secara berkelanjutan. Dukungan seluruh warga madrasah, mulai dari pimpinan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga peserta didik, menjadi fondasi utama keberlangsungan kegiatan. Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa budaya peduli lingkungan telah menjadi bagian integral dari kehidupan sekolah.

Bagi kader Adiwiyata, kegiatan ini menjadi ajang nyata untuk mengimplementasikan peran sebagai pelopor perubahan. Kesadaran yang dibangun melalui aksi sederhana diyakini mampu membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, budaya cinta lingkungan dapat tumbuh kuat dan menjadi karakter generasi muda.

JUMAT BERTASBIH pada 8 Mei 2026 menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan lingkungan hidup dapat berjalan efektif ketika dikemas melalui kegiatan partisipatif. MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmen dalam mewujudkan madrasah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Program tersebut tidak hanya menjaga keindahan kawasan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai penting tentang tanggung jawab terhadap bumi sebagai rumah bersama.

Melalui kegiatan rutin semacam ini, MAN 2 Bantul terus memperkuat posisinya sebagai madrasah yang aktif mengintegrasikan pendidikan karakter dengan aksi nyata. Kader Adiwiyata menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang lestari, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus menjaga harmoni antara pendidikan dan kelestarian alam. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID