TELIKSANDI
NEWS TICKER

Istiqomah Bangun Karakter Religius, MAN 2 Bantul Laksanakan Salat Dhuha Berjamaah dan Pembacaan Asmaul Husna Setiap Pagi

Selasa, 26 Mei 2026 | 9:36 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 13

Bantul – Penguatan karakter religius terus menjadi salah satu prioritas pendidikan di MAN 2 Bantul. Salah satu bentuk pembiasaan yang dijalankan secara konsisten adalah pelaksanaan salat Dhuha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna di Masjid At Ta’awun sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Program tersebut dilaksanakan secara istiqomah sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai spiritual, disiplin, dan akhlak mulia di lingkungan madrasah.

Setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, suasana di kawasan madrasah diawali dengan aktivitas religius yang melibatkan seluruh peserta didik kelas X bersama tenaga pendidik dan karyawan. Sejak sebelum jam pelajaran pertama, para siswa berkumpul di masjid untuk mengikuti salat Dhuha berjamaah. Setelah salat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin oleh siswa secara terjadwal secara bersama-sama. Rangkaian tersebut menjadi tradisi harian yang telah mengakar dalam budaya pendidikan MAN 2 Bantul.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Koordinator Program Keagamaan, Drs. Mubtadi’in, M. Pd.. Program ini didukung oleh para guru keagamaan yang turut aktif membimbing jalannya kegiatan. Salah satu pendamping utama adalah guru Fiqih, Nasiruddin, S. Ag., yang secara rutin terlibat dalam pembinaan ibadah serta penguatan pemahaman keagamaan peserta didik. Kehadiran guru dalam kegiatan tersebut memberikan teladan langsung mengenai pentingnya pembiasaan ibadah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kepala MAN 2 Bantul, Hj Nur Hasanah Rahmawati, S. Ag., M.M., menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter religius yang kuat. Pembiasaan salat Dhuha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kekhusyukan, dan kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dibiasakan memulai hari dengan ibadah sebagai fondasi spiritual dalam menjalani proses belajar.

Masjid At Ta’awun menjadi pusat kegiatan keagamaan di lingkungan MAN 2 Bantul. Keberadaan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan karakter. Setiap pagi, area masjid dipenuhi oleh suara lantunan doa dan bacaan Asmaul Husna yang menciptakan suasana khidmat. Aktivitas tersebut menghadirkan ketenangan sekaligus menumbuhkan semangat positif sebelum memasuki kegiatan pembelajaran di kelas.

Seluruh siswa kelas X mengikuti kegiatan ini secara rutin. Sementara itu, peserta didik kelas XI pada periode tersebut sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai instansi dan tempat kerja sesuai program pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan salat Dhuha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna difokuskan pada siswa kelas X yang berada di lingkungan madrasah bersama para guru dan karyawan. Pelibatan seluruh unsur warga sekolah memperkuat nilai kebersamaan dalam pembinaan spiritual.

Pelaksanaan salat Dhuha berjamaah bukan sekadar rutinitas formal, tetapi menjadi media pembelajaran yang sarat makna. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan di tengah aktivitas pendidikan. Pembiasaan ibadah sejak pagi juga diyakini mampu membangun suasana batin yang lebih tenang, sehingga mendukung konsentrasi dan kesiapan belajar selama proses pembelajaran berlangsung.

Pembacaan Asmaul Husna yang dilakukan setelah salat menjadi pelengkap pembinaan spiritual. Lantunan 99 nama Allah dibaca bersama-sama dengan dipandu guru. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai ilahiah sekaligus membiasakan peserta didik untuk mengingat kebesaran Tuhan dalam setiap aktivitas. Tradisi tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kultur keagamaan di MAN 2 Bantul.

Program keagamaan semacam ini juga memperlihatkan sinergi antara guru, karyawan, dan peserta didik. Kehadiran seluruh guru serta tenaga kependidikan dalam kegiatan berjamaah menunjukkan bahwa pembinaan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya peserta didik yang dibimbing, tetapi seluruh warga madrasah turut menjadi bagian dari ekosistem religius yang dibangun secara kolektif.

Bagi siswa kelas X, pembiasaan ini memberikan pengalaman pendidikan yang khas. Masa awal di jenjang madrasah aliyah menjadi waktu penting untuk membangun karakter dan kebiasaan positif. Melalui salat Dhuha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna, peserta didik memperoleh penguatan spiritual yang mendukung proses adaptasi di lingkungan sekolah. Aktivitas ini juga menanamkan rasa tanggung jawab untuk menjaga tradisi baik selama menempuh pendidikan di madrasah.

Kegiatan keagamaan yang istiqomah dilaksanakan setiap pagi mencerminkan komitmen MAN 2 Bantul dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dan spiritual. Pembelajaran di kelas dipandang tidak terpisah dari pembinaan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, memulai hari dengan ibadah menjadi langkah strategis untuk menyiapkan peserta didik secara utuh, baik secara intelektual maupun emosional.

Di tengah dinamika pendidikan modern, pembiasaan semacam ini menjadi salah satu keunggulan madrasah. MAN 2 Bantul menunjukkan bahwa lembaga pendidikan dapat menghadirkan suasana belajar yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan nilai religius. Kegiatan salat Dhuha berjamaah serta pembacaan Asmaul Husna menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan karakter dapat dibangun melalui rutinitas sederhana namun bermakna mendalam.

Melalui pembiasaan ini, MAN 2 Bantul terus menegaskan identitas sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara kecerdasan akademik dan ketakwaan. Salat Dhuha berjamaah dan pembacaan Asmaul Husna bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan fondasi pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.

Tradisi yang terus dijaga tersebut menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di MAN 2 Bantul. Di tengah aktivitas belajar yang padat, kehadiran waktu khusus untuk beribadah bersama memberikan ruang refleksi dan ketenangan. Dengan semangat istiqomah, madrasah terus membangun budaya religius yang menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menapaki masa depan. (Edi Susanto)

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID