TELIKSANDI
NEWS TICKER

Grebeg Hari Raya Suro Tradisi Tahunan Padepokan Wulan Tumanggal Trijaya Kembali Semarak

Senin, 15 Juni 2026 | 5:17 pm
Reporter:
Posted by: khusus redaksi
Dibaca: 17

 

TEGAL, teliksandi.id Padepokan Wulan Tumanggal, Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, kembali menggelar Grebeg Hari Raya Suro 1960 Jawa atau 2026 Masehi pada Senin (15/6/2026).

Kegiatan budaya dan spiritual yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini diselenggarakan sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa menjelang datangnya Bulan Suro dalam penanggalan Jawa.

Dilansir dari berbagai sumber, Perguruan TRIJAYA didirikan sekitar tahun 1966 di Tegal Jawa Tengah. Sekretariat Perguruan Trijaya bernama Padepokan Argasonya beralamat di Jalan Layang Tegalsari, Tegal, Jawa Tengah. Namun untuk segala pelaksanaan kegiatan pendalaman dan penghayatan warga atau anggota dilaksanakan di Padepokan Wulan Tumanggal Desa Dukuhtengah, kecamatan Bojong yakni berada di lereng sebelah utara Gunung Slamet.

Acara yang berlangsung di lingkungan Padepokan Wulan Tumanggal tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, sesepuh budaya, anggota perguruan, pemuda, serta warga dari berbagai daerah. Sejak siang, masyarakat tampak memadati area padepokan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.

Prosesi diawali dengan kirab budaya yang ditandai dengan arak-arakan peserta membawa berbagai atribut tradisional, termasuk gunungan hasil bumi yang berisi aneka sayuran, buah-buahan, dan hasil pertanian masyarakat. Gunungan tersebut menjadi simbol kemakmuran, keberkahan, serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan dan rezeki yang melimpah.

Selain kirab budaya, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan berbagai ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga sekaligus menjaga eksistensi budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

Perwakilan Padepokan Wulan Tumanggal menjelaskan bahwa kegiatan Grebeg Suro merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap menjelang datangnya Bulan Suro. Menurutnya, selain sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai budaya daerah.

“Tradisi Grebeg Suro ini sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin padepokan. Harapannya, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap warisan budaya leluhur dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung. Banyak warga yang turut mengikuti kirab dan menyaksikan prosesi gunungan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dalam perayaan tersebut. Setelah prosesi selesai, hasil bumi yang terdapat dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur.

Dengan terselenggaranya Grebeg Hari Raya Suro 1960 Jawa–2026 Masehi ini, Padepokan Wulan Tumanggal kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga serta melestarikan tradisi budaya Jawa yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Tegal pada umumnya.

 

Red: Wdo

Share this:

1
[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID