TELIKSANDI
NEWS TICKER

Belajar dari Polman Ceper, Guru Kimia MAN 2 Bantul Siap Motivasi Generasi Muda

Jumat, 19 September 2025 | 10:00 am
Reporter:
Posted by: Jo Han
Dibaca: 146

Ceper, Klaten — Kamis, 18 September 2005 Guru kimia MAN 2 Bantul berkesempatan mengikuti kunjungan studi ke Politeknik Manufaktur (Polman) Ceper, sebuah perguruan tinggi vokasi di Klaten yang dikenal dengan keunggulannya dalam menyiapkan lulusan siap kerja di bidang industry pengecoran logam. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi para pendidik untuk memahami lebih dekat sistem pendidikan berbasis industri yang diterapkan di Polman Ceper.

Dalam kunjungan yang dipandu oleh tim akademik Polman Ceper, para guru diperkenalkan pada berbagai program studi, fasilitas laboratorium, serta sistem pembelajaran yang khas. Polman Ceper menerapkan konsep Industrial Based Education, di mana mahasiswa memperoleh 65 persen praktik dan 35 persen teori. Dengan pola ini, mahasiswa dididik agar benar-benar siap memasuki lingkungan kerja begitu mereka lulus.

Hasil tracer study yang dipaparkan kepada rombongan menunjukkan keunggulan nyata lulusan Polman Ceper. Mahasiswa Polman Ceper tercatat lebih cepat mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum diwisuda. Rata-rata masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan hanya sekitar tiga bulan. Tak sedikit pula alumni yang memilih meniti karier sebagai wirausahawan di bidang industri manufaktur maupun pengecoran logam, membuktikan bahwa mereka tidak hanya siap menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

Guru kimia MAN 2 Bantul, Is Dwiyanti, S.Pd. mengungkapkan bahwa informasi tersebut memberikan inspirasi berharga. “Kami melihat langsung bagaimana Polman Ceper menyiapkan mahasiswanya untuk menghadapi dunia kerja. Data tracer study yang menunjukkan lulusan cepat terserap di industri bahkan berwirausaha sendiri tentu menjadi bukti nyata keberhasilan sistem pendidikan berbasis industri ini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Puji Lestari, S.Pd., guru kimia lainnya dari MAN 2 Bantul, menambahkan bahwa kunjungan ini membuka perspektif baru tentang pentingnya membekali siswa dengan pemahaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Siswa kami perlu tahu bahwa ilmu yang mereka pelajari di kelas, terutama kimia, sangat bermanfaat dalam dunia industri. Dengan mencontoh model Polman Ceper, siswa bisa lebih termotivasi untuk belajar dan menyiapkan diri sejak dini,” tuturnya.

Para guru juga diajak meninjau fasilitas laboratorium, ruang praktik, serta workshop pengecoran logam. Mereka dapat melihat langsung bagaimana mahasiswa berlatih menggunakan teknologi modern yang sama dengan yang dipakai industri. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa lulusan Polman Ceper memang dibentuk untuk langsung siap terjun ke dunia kerja.

Selain itu, diskusi interaktif antara guru MAN 2 Bantul dengan pihak Polman Ceper membahas peluang kerja sama, termasuk kemungkinan pengenalan lebih awal kepada siswa madrasah mengenai pendidikan vokasi. Para guru menilai penting bagi siswa madrasah untuk mendapatkan wawasan tentang jalur pendidikan yang praktis, aplikatif, dan berorientasi pada dunia industri seperti yang ditawarkan Polman Ceper.

Kunjungan studi ini diakhiri dengan refleksi bersama. Para guru kimia MAN 2 Bantul menyimpulkan bahwa Polman Ceper adalah contoh nyata bagaimana perguruan tinggi vokasi mampu menjawab tantangan zaman dengan mencetak lulusan yang cepat terserap industri dan berdaya saing tinggi. Dengan masa tunggu rata-rata hanya tiga bulan untuk mendapatkan pekerjaan, Polman Ceper berhasil menegaskan diri sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan nyata dunia kerja.

Kegiatan kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi guru MAN 2 Bantul. Mereka berharap wawasan baru ini dapat ditularkan kepada siswa, sehingga generasi muda semakin yakin bahwa pendidikan berbasis industri mampu menjadi jalan menuju masa depan yang cerah, baik sebagai tenaga profesional maupun wirausahawan mandiri.

Share this:

[addtoany]

Berita Lainnya

AWPI PERS GUARD - TELIKSANDI.ID