Pasbar Prov. Sumbar, teliksandi.id – Berdasarkan laporan masyarakat, dan rasa penasaran banyak pihak, karena banyaknya beredarnya bensin eceran di daerah Simpang Empat dan Kecamatan Talamau.
Padahal pom bensin di wilayah tersebut, seperti di Simpang Empat dan Batang Lingkin tak lagi menjual bensin sama sekali. Namun bensin eceran lebih banyak dijual masyarakat daripada pertalite.
Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang masyarakat Kecamatan Talamau, yang mengatakan bahwa bensin eceran tersebut berasal dari luar daerah dan merupakan bensin oplosan.
“Saya pernah melihat ada mobil box, yang membawa berdirigen bensin dan dijual kepada pengecer. Bensin tersebut, kemungkinan dibawa dari luar daerah”, ujar Edi (45) menuturkan.
Menurut informasi yang beredar, bensin oplosan tersebut berasal dari minyak tambang yang masih mentah, lalu dicampur dengan sejenis pil kimia, sehingga terlihat jernih dan kelihatan seperti bensin biasa pada umumnya.
Tak hanya bensin, masyarakat juga melaporkan adanya minyak tanah oplosan, yang berasal dari solar, yang juga diberi pil pengoplos, sehingga bersih dan jernih.
Hal ini dilaporakan oleh salah seorang ibu rumah tangga, sebut saja Yuli (35). Yuli awalnya merasa heran, karena setelah minyak tanah dimasukkan dan mulai digunakan, sumbu kompor susah hidup.
Yuli menuturkan, setelah hidup, api kompor malah tak bisa menyala seperti biasa, dengan nyala api yang kecil. Sumbu kompor malah terbakar habis perlahan. Sang suami Yuli, sebut saja Adi (45) melihat hal ini, langsung mencek minyak kompor.
“Suami saya langsung mematikan api dan memeriksa minyak tanah dan ketika dicium aromanya, suami saya mengatakan bahwa itu bukan minyak tanah karena berbau solar”, ungkap Yuli.
Kamipun menindaklanjuti informasi tersebut dan ketika ditanyakan kepada pengecer, dirinya mengatakan tidak tau menau dengan asal muasal minyak tanah tersebut dan hanya mengatakan bahwa, minyak tanah itu diantar dengan becak berdirigen oleh seseorang.
“Saya menerima minyak tanah diantar oleh becak dan dibeli perdirigen. Saya hanya menjual dan tak tau menau asal minyak tanah tersebut. Saya sih juga heran, karena biasanya minyak tanah ada distributornya dan dijual dengan mobil tanki Pertamina”, ujar Andi beralasan.
Ketika dikonfirmasikan akan laporan masyarakat, yang tengah resah dengan beredarnya bensin dan minyak tanah oplosan ini, Kapolres Pasaman Barat AKBP. Fery Herlambang, SIK yang ditemui, menyatakan bakal segera menindaklanjuti informasi tersebut.
“Informasi ini akan segera kami tindaklanjuti dan kami bakal memerintahkan personil untuk melakukan proses lidik terlebih dahulu”, ujar Kapolres Fery Herlambang menanggapi. (Zein)