Bantul (16/10/2025) — Suasana kelas XI B MAN 2 Bantul pada Kamis (16/10/2025) tampak berbeda dari biasanya. Siswa-siswi terlihat sangat antusias mengikuti pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dengan tema “Sejarah Berdirinya Daulah Mughal.” Melalui model pembelajaran berbasis diskusi dan presentasi kelompok, kegiatan belajar berlangsung hidup, interaktif, dan penuh semangat.
Guru SKI MAN 2 Bantul, Khuzaifah menerapkan strategi pembelajaran inovatif yang menempatkan peserta didik sebagai pusat aktivitas belajar. Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, masing-masing bertugas mempelajari aspek tertentu dari sejarah berdirinya Daulah Mughal—mulai dari latar belakang munculnya, tokoh-tokoh pendiri seperti Babur dan Akbar, hingga perkembangan kebudayaan dan sistem pemerintahan yang berpengaruh besar terhadap dunia Islam.
Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Menariknya, selama proses presentasi berlangsung, para siswa lain tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan aktif mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, serta menambahkan informasi yang mereka peroleh dari berbagai sumber. Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang hidup dan menumbuhkan semangat berpikir kritis di kalangan peserta didik.
Dalam keterangannya, Khuzaifah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan learning engagement dan melatih kemampuan komunikasi ilmiah siswa.
“Saya ingin peserta didik tidak hanya menghafal fakta sejarah, tetapi juga mampu memahami konteksnya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri. Sejarah Islam itu kaya akan nilai-nilai kepemimpinan, perjuangan, dan kebudayaan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda,” jelasnya.
Antusiasme peserta didik terlihat jelas. Salah satu siswa, Keysa, mengungkapkan bahwa metode ini membuat pelajaran SKI terasa lebih menarik dan tidak membosankan.
“Kami jadi lebih paham karena bisa berdiskusi langsung dan saling melengkapi. Presentasi kelompok membuat kami termotivasi untuk mencari informasi lebih dalam tentang Daulah Mughal,” katanya dengan semangat.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas guru SKI dan partisipasi aktif siswa kelas XI B.
“Kami sangat mendukung model pembelajaran aktif seperti ini. Guru berperan sebagai fasilitator yang menginspirasi, sementara siswa menjadi pembelajar aktif. Semangat seperti ini perlu terus dikembangkan agar proses belajar benar-benar bermakna dan menyenangkan,” ujarnya.
Kegiatan pembelajaran tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah Islam, tetapi juga menumbuhkan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Dengan pendekatan yang variatif, pelajaran SKI di MAN 2 Bantul terbukti mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan inspiratif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik semakin mencintai sejarah Islam dan mampu meneladani nilai-nilai perjuangan serta kebesaran tokoh-tokoh Daulah Mughal dalam membangun peradaban yang maju dan berkeadilan.






