Jakarta | teliksandi.id – Henny Maria RedKoki dikenal Chef profesional memiliki perjalanan panjang di industri kuliner, mulai dari bekerja didapur profesional, mengembangkan bisnis makanan, menjadi edukator, hingga aktif sebagai konten kreator. diundang langsung oleh Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional dan ditunjuk sebagai Dewan Pengawas BGN untuk mengawasi kandungan gizi MBG dan merumuskan sistem untuk urgensi keracunan. (Jumat, 07 Agustus 2026)
Dalam kesempatan tersebut Chef Henny Maria diundang dan diterima langsung oleh Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional dan ditunjuk sebagai Dewan Pengawas BGN untuk mengawasi kandungan gizi MBG dan merumuskan sistem untuk urgensi keracunan.
Henny Maria menjadi sorotan karena pernyataannya mengenai perbaikan sistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai dibicarakan dalam media sosial.

Henny Maria Dalam ke terangnya kepada awak media menjelaskan “Jujur panggilan hati melihat MBG sebagai sedekah tertinggi dan mulia yaitu memberi makan, dimana syarat utama negara merdeka adalah kesejahteraan anak bangsa. BGN memang institusi regulator program ini tapi kita semua sebagai warga negara dan generasi muda wajib mendukung penuh program prioritas ini berjalan jangka panjang. Apalagi ini adalah makan bergizi dimana makanan yang menjadi atensi utama marwah para Chef dipertaruhkan untuk program ini bisa enak dan aman dikonsumsi,” paparnya. (07/08)
Henny Maria menambahkan, Seiring waktu, saya tidak hanya berkutat di dapur restoran, tetapi juga mulai terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi kuliner, demonstrasi memasak, seminar, hingga pelatihan bagi pelaku usaha makanan.
Dengan pengalaman di dapur profesional, kiprah sebagai anggota Indonesia Chef Association, aktivitas sebagai edukator, dan pengembangan usaha kuliner, Henny Maria terus menjadi salah satu sosok yang berkontribusi dalam perkembangan industri kuliner Indonesia.
Nama RedKoki kemudian menjadi identitas Henny Maria di dunia digital. Melalui berbagai platform media sosial, ia aktif menjadi narasumber dan mengisi demonstrasi memasak.
Henny juga rutin membagikan tips memasak, teknik pengolahan makanan, serta berbagai konten edukasi yang ditujukan kepada masyarakat umum maupun pelaku UMKM.
Popularitasnya berkembang karena Henny mampu menyampaikan edukasi kuliner dengan cara yang mudah dipahami.
“Saya hidup di industri kuliner dengan peran saya sebagai chef dengan pengalaman belasan tahun. Baik yang dimulai dari program pendidikan sampai jenjang profesional,” kata Henny.
Dalam perjalanan profesionalnya, Henny Maria juga aktif sebagai anggota Sekretariat Pusat Indonesia Chef Association (ICA), organisasi profesi yang menaungi chef profesional di Indonesia.
Keterlibatannya di ICA menjadi bagian dari upayanya memperluas jaringan profesional sekaligus meningkatkan kompetensi melalui berbagai kegiatan organisasi, pelatihan, sertifikasi, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kuliner.
Henny juga pernah membawa nama Indonesia dalam kompetisi memasak internasional. Pada 2023, ia mengikuti ajang Halal Super Chef International Fine Dining di Singapura.
Dalam kompetisi tersebut, Henny disebut menjadi satu-satunya peserta perempuan asal Indonesia yang berhasil melaju ke babak final di Singapura.
Prestasi tersebut menjadi pengalaman penting bagi Henny dalam menunjukkan kemampuan mengolah makanan dengan standar kompetisi internasional sekaligus memperkenalkan kiprah chef Indonesia di kancah global.
Perjalanan kariernya menunjukkan transformasi seorang chef yang tidak hanya mengandalkan kemampuan memasak, tetapi juga mengembangkan bisnis, memberikan edukasi, mendampingi pelaku UMKM, serta memanfaatkan platform digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
Dengan pengalaman di dapur profesional, keterlibatan di Indonesia Chef Association, aktivitas sebagai edukator, pengalaman kompetisi internasional, hingga kontribusinya dalam program MBG, Henny Maria terus berupaya mengambil bagian dalam perkembangan industri kuliner dan pangan di Indonesia. (Red)






