Mojokerto | Teliksandi.id – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perakim) Kota Mojokerto bergerak cepat dalam mengantisipasi genangan dan banjir dengan melakukan pembersihan serta pembangunan saluran drainase di kawasan permukiman warga.
Langkah ini dinilai sangat penting dan berdampak positif bagi masyarakat. Aktivitas warga kini dapat berjalan lebih lancar tanpa terganggu oleh genangan air, terutama saat musim hujan tiba.
Pembangunan drainase di sekitar SD Negeri Kedundung I, misalnya, terbukti memperlancar aktivitas belajar mengajar. Tidak ada lagi genangan air yang menghambat akses keluar-masuk para siswa dan guru.
Kepala DPUPR-Perakim Kota Mojokerto, Muraji, ST, M.Si., saat ditemui pada Kamis (22/05/2025) menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup beberapa titik, termasuk lingkungan Balongrawe, Kelurahan Kedundung, peningkatan saluran di Jalan Mulyosari Gang I, Miji Gang I, serta pembersihan sungai-sungai yang rawan banjir.
“Seluruh kegiatan ini didanai dari APBD Kota Mojokerto Tahun Anggaran 2025. Pembersihan drainase dan sungai merupakan tugas rutin bidang Sumber Daya Air (SDA) dalam upaya menjaga kawasan permukiman dari risiko banjir,” jelas Muraji.
Ia menambahkan, pihaknya fokus pada pembersihan titik-titik saluran yang tersumbat serta pembangunan drainase baru demi kelancaran aliran air. “Harapannya, dengan upaya ini, Kota Mojokerto ke depan bisa terbebas dari banjir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muraji mengajak masyarakat untuk turut peduli dan terlibat aktif dalam menjaga kebersihan serta keindahan kota. “Semua dikembalikan kepada masyarakat. Bila mereka merasa memiliki, maka kelestarian lingkungan akan terjaga. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi; peran serta masyarakat dalam merawat sangat penting,” tegasnya.
“Menjaga kebersihan sungai dan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebersihan sungai akan menambah keindahan dan kenyamanan Kota Mojokerto,” pungkasnya. (Red – Peng)






