
BOYOLALI – teliksandi.id, Gunung Merapi terus mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan. Berdasarkan hasil pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) awan panas dan guguran Gunung Merapi mengarah dan menuju ke arah barat daya.
Sementara jarak luncur awan panas kurang lebih 1.800 meter ke arah Barat Daya menuju Kali Krasak – Boyong, Selain itu juga terjadi guguran lava pijar sebanyak 30 kali dari kawah Gunung Merapi dengan jarak luncur 300-900 meter ke arah Barat Daya.
Hujan abu dengan intensitas tipis sampai di wilayah Boyolali dan Klaten, menurut keterangan warga Desa Karang kendal Kecamatan Taman sari Kabupaten Boyolali (Sindu Hadi Permono) seorang pegiat di salah satu Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) menurutnya hujan abu terjadi lebih kurang pukul 2.45 WIB hingga pukul 7.30 wib, rumahnya (Sindu) panggilan akrabnya, hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi hujan, abu yang terhembus angin di desanya tidak begitu terasa “Ya hanya tipis tipis saja, meski begitu bisa mengganggu aktivitas kalau kena mata pedih, perih, dan mengganggu jarak pandang mata.” Terangnya.
Dengan meningkatnya kegiatan Gunung Merapi, petugas BPPTKG memberikan informasi terbaru yaitu Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sebelah barat daya wilayah Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif bisa menjangkau jarak 3 km dari puncak.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi, Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan ditinjau kembali (*)
Editor/Pewarta: MSarman/Rohimin





