Bantul – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul terus menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing di jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Salah satu langkah penting yang ditempuh adalah dengan mengikutsertakan pengelola dan instruktur Program Diploma Sistem dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PRODISTIK) dalam kegiatan PRODISTIK TALKS X Menyapa 2025.
Acara berskala nasional ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu, 28 September 2025 mulai pukul 10.00 WIB. Forum menghadirkan narasumber utama Ismaini Zain, Ketua PRODISTIK Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dari MAN 2 Bantul, instruktur sekaligus pengelola PRODISTIK, Fitria Endang Susana, menjadi salah satu peserta aktif yang mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh semangat.
Kegiatan PRODISTIK TALKS tahun ini dirancang untuk memberikan panduan praktis bagi siswa, khususnya mereka yang berstatus peserta program PRODISTIK. Forum ini menitikberatkan pada strategi menghadapi tiga jalur seleksi utama menuju PTN: SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), serta jalur Mandiri. Menurut pemaparan Ismaini Zain, salah satu kunci keberhasilan siswa masuk PTN bukan hanya capaian akademik, tetapi juga kemampuan memilih jurusan dengan tepat dan menyiapkan portofolio secara baik. “Banyak anak sebenarnya cerdas, tetapi gagal lolos karena tidak memahami prosedur atau salah menentukan jurusan. Perencanaan yang matang sejak dini akan membuat peluang mereka semakin besar,” ungkapnya.
Ismaini juga menekankan empat poin penting: yaitu Memilih Jurusan dengan Bijak – siswa perlu mengukur minat, bakat, serta prospek kerja; Penyusunan Portofolio – penting bagi jalur prestasi agar karya, sertifikat, dan pengalaman terarsipkan dengan rapi; Kesiapan SNBT – konsistensi berlatih soal, mengatur waktu, dan menjaga mental.; Memahami Jalur Mandiri – menyesuaikan persyaratan setiap universitas secara detail.
Bagi MAN 2 Bantul, forum ini menjadi kesempatan emas untuk memperkaya strategi pendampingan siswa. Fitria Endang Susana mengaku memperoleh banyak inspirasi yang dapat langsung diaplikasikan dalam mendampingi peserta didik. “Kegiatan ini membuat kami sadar bahwa mendukung siswa harus holistik. Tidak hanya sebatas penguasaan materi pelajaran atau keterampilan digital, tetapi juga strategi nyata menghadapi seleksi PTN. Tips dan trik yang disampaikan sangat membantu kami,” ujarnya.
Fitria menambahkan, madrasah akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan program internal, antara lain workshop penyusunan portofolio digital, simulasi SNBT, hingga bimbingan pemilihan jurusan. Harapannya, siswa MAN 2 Bantul memiliki kesiapan menyeluruh saat menghadapi seleksi, baik akademik maupun non-akademik.
Keunggulan siswa MAN 2 Bantul yang mengikuti PRODISTIK terletak pada penguasaan teknologi dan literasi digital. Kemampuan ini bisa diintegrasikan dalam strategi seleksi masuk PTN, misalnya menyusun portofolio berbasis digital, menampilkan prestasi dengan presentasi kreatif, atau menghasilkan karya inovatif berbasis teknologi. Dengan sinergi antara keterampilan digital dan strategi persiapan masuk PTN, siswa MAN 2 Bantul diproyeksikan lebih percaya diri dalam bersaing. Baik jalur SNBP yang mengandalkan prestasi, SNBT yang menuntut kesiapan tes, maupun jalur Mandiri yang penuh tantangan, semuanya dapat dihadapi dengan bekal yang lebih kuat.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, memberikan apresiasi penuh terhadap keikutsertaan instruktur dalam forum nasional ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan visi madrasah. “Kami ingin memastikan setiap anak MAN 2 Bantul mendapat bimbingan yang komprehensif agar memiliki peluang besar melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Forum seperti ini menjadi jembatan penting untuk mencapai tujuan tersebut,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa madrasah berkomitmen mengadakan kegiatan pendukung, seperti bimbingan karier, tryout SNBT, dan kelas persiapan jalur prestasi. Program-program ini diyakini dapat meningkatkan jumlah lulusan MAN 2 Bantul yang diterima di perguruan tinggi negeri ternama. Keterlibatan MAN 2 Bantul dalam PRODISTIK TALKS X Menyapa 2025 tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mempertegas komitmen madrasah dalam menyiapkan generasi unggul. Forum ini menjadi ruang sinergi antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi, khususnya dalam menyiapkan jalur karier akademik siswa.
Dengan wawasan dan strategi yang diperoleh, para instruktur akan lebih siap memberikan pendampingan intensif. Harapannya, lulusan MAN 2 Bantul semakin banyak yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri favorit, sehingga madrasah semakin diakui sebagai lembaga yang unggul dan adaptif di era digital. Keikutsertaan MAN 2 Bantul dalam forum PRODISTIK TALKS X Menyapa 2025 membuktikan bahwa madrasah bukan hanya berperan sebagai tempat belajar agama dan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi muda menuju masa depan. Dengan dukungan pimpinan, semangat guru, serta keseriusan siswa, madrasah ini optimis melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global sekaligus mampu meraih kursi di perguruan tinggi negeri bergengsi.






